REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM BUDAYA POPULER: ANALISIS EKOFEMINISME TERHADAP KARYA HAYAO MIYAZAKI

Pakpahan, Selya Salimar (2026) REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM BUDAYA POPULER: ANALISIS EKOFEMINISME TERHADAP KARYA HAYAO MIYAZAKI. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
Selya_Abstrak 3 Bahasa.pdf

Download (262kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Selya_Lembar Pengesahan.pdf

Download (95kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Selya_Daftar Isi.pdf

Download (357kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Selya_Daftar Pustaka.pdf

Download (243kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Selya_Kata Pengantar.pdf

Download (172kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Selya_Bab I.pdf

Download (431kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Selya_Cover.pdf

Download (194kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Selya_Bab 2.pdf

Download (305kB) | Preview

Abstract

Budaya populer, khususnya film animasi, tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana representasi berbagai isu sosial dan lingkungan di tingkat global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan dalam budaya populer melalui perspektif ekofeminisme pada tiga film karya Hayao Miyazaki, yaitu Nausicaä of the Valley of the Wind (1984), Princess Mononoke (1997), dan Spirited Away (2001). Penelitian ini menggunakan teori Ekofeminisme dan konsep Budaya Populer untuk menganalisis bagaimana hubungan antara perempuan dan alam direpresentasikan sebagai bentuk kritik terhadap patriarki dan kapitalisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan analisis teks terhadap narasi, dialog, karakter, serta elemen visual dan pendekatan semiotika untuk membaca dan menafsirkan tanda-tanda visual serta naratif yang terkandung dalam ketiga film tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga film tersebut secara konsisten menampilkan eksploitasi alam yang disebabkan oleh industrialisasi, kepentingan ekonomi, dan logika dominasi manusia terhadap lingkungan. Di tengah konflik ekologis tersebut, tokoh perempuan seperti Nausicaä, San, dan Chihiro direpresentasikan sebagai agen yang memiliki kedekatan dengan alam serta berperan dalam menjaga keseimbangan ekologis melalui berbagai bentuk perlawanan terhadap eksploitasi lingkungan. Selain itu, sebagai bagian dari budaya populer global, film-film Miyazaki turut berperan dalam menyebarluaskan nilai- nilai keadilan ekologis dan kesetaraan gender kepada audiens internasional. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa budaya populer dapat menjadi medium transnasional dalam membangun kesadaran kritis mengenai hubungan antara manusia, perempuan, dan lingkungan serta mendorong terciptanya perspektif yang lebih berkelanjutan terhadap alam dalam konteks global. Kata Kunci: Ekofeminisme, Budaya Populer, Hayao Miyazaki, Representasi Perempuan, Eksploitasi Alam, Patriarki, Kapitalisme

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 07 Aug 2026 07:18
Last Modified: 07 Aug 2026 07:18
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84456

Actions (login required)

View Item View Item