Peony, Peony (2026) BUDAYA NGOPI SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI KELOMPOK MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS PASUNDAN. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Image
SURAT PENGESAHAN.heic Download (932kB) |
||
|
Text
Cover.pdf Download (110kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (191kB) | Preview |
|
|
Text
Kata Pengantar.pdf Download (124kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak 3 bahasa.pdf Download (235kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 1.pdf Download (242kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 2.pdf Download (336kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena pergeseran makna aktivitas ngopi di kalangan mahasiswa dari sekedar kebutuhan konsumsi minuman menjadi ruang interaksi sosial dan bagian dari budaya populer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana aktivitas ngopi dimanfaatkan sebagai media komunikasi kelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan dalam membangun interaksi, tujuan bersama, pembagian peran, serta pembentukan norma dan makna bersama, sekaligus melihat representasinya sebagai praktik budaya populer. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretatif. Teori utama yang menjadi landasan ada- lah Teori Komunikasi Kelompok dari Stephen W. Littlejohn dan Teori Budaya Po- puler dari John Storey. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam semi terstruktur terhadap 11 informan utama (mahasiswa aktif FISIP Universitas Pasundan) dan 1 informan pendukung (akademisi). Hasil penelitian menujukkan bahwa aktivitas mgopi berfungsi sebagai me- dia komunikasi kelompok yang efektif, di mana mahasiswa mampu membangun interaksi yang cair, mencapai tujuan akademik maupun sosial, serta membagi peran komunikasi secara alami tanpa paksaan struktur formal. Proses komunikasi rutin ini melahirkan norma kelompok yang tidak tertulis (seperti etika pembatasan peng- gunaan ponsel) dan makna Bersama yang memperkuat solidaritas serta rasa saling pervaya. Lebih lanjut, aktivitas ngopi merepresentasikan praktik budaya popular kontemporer; mahasiswa bertindak sebagai audiens aktif yang memproduksi iden- titas sosial dan gaya hidup melalui unggahan di media sosial. Kedai kopi (coffee shop) telah mengukuhkan fungsinya sebagai ruang ketiga (third place) yang esen- sial di luar lingkungan rumah dan kampus formal, meskipun popularitasnya turut membawa tantangan terkait Fear of Missing Out (FOMO) dan manajeman finansial pribadi. vii Kata Kunci: Budaya Ngopi, CommunicAsia Kelompok, Budaya Populer, Ruang Ketiga, Mahasiswa FISIP.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 06:22 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 06:22 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83680 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
