KONTRIBUSI OFFICE OF THE UNITED NATIONS HIGH COMMISSIONER FOR HUMAN RIGHTS (OHCHR) DALAM ADVOKASI KRISIS HAK ASASI MANUSIA UYGHUR DI XINJIANG, CHINA

Gandari, Kintan (2026) KONTRIBUSI OFFICE OF THE UNITED NATIONS HIGH COMMISSIONER FOR HUMAN RIGHTS (OHCHR) DALAM ADVOKASI KRISIS HAK ASASI MANUSIA UYGHUR DI XINJIANG, CHINA. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
BAB 2.pdf

Download (297kB) | Preview
[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (231kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1.pdf

Download (474kB) | Preview
[img]
Preview
Text
REFERENSI.pdf

Download (241kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (229kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Lembar Pengesahan.pdf

Download (269kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (216kB) | Preview

Abstract

Krisis kemanusian yang dialami oleh etnis Uyghur di Xinjiang, China telah memunculkan perhatian internasional terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang sistematis dan meluas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstribusi Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR) dalam mengadvokasi isu pelanggaran HAM Uyghur di tingkat internasional di tengah kuatnya prinsip kedaulatan negara China. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis dokumen melalui laporan resmi OHCHR, dokumen Perserikatan Bangsa-Bangsa, jurnal akademik, serta laporan organisasi HAM internasional. Penelitian ini menggunakan Norm Advocacy Model of International Organization dan konsep Human Rights dari Jack Donnelly untuk menganalisis bagaimana OHCHR membingkai isu Xinjiang sebagai persoalan HAM internasional melalui mekanisme pelaporan, monitoring, framing normatif, dan tekanan diplomatic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OHCHR berperan sebagai aktor normatif internasional yang mendorong proses norm emergence melalui produksi laporan resmi, penggunaan terminologi hukum HAM internasional, serta internasionalisasi isu Uyghur dalam forum HAM global. Namun, proses penyebaran norma tersebut belum mencapai tahap norm cascade secara penuh karena masih menghadapi norm contestation yang ditunjukkan melalui penolakan pemerintah China, penggunaan narasi kontra-terorisme dan kedaulatan negara, serta terbelahnya dukungan negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap isu Xinjiang. Temuan ini menunjukkan bahwa kontribusi utama OHCHR terletak pada pembentukan legitimasi internasional terhadap isu HAM Uyghur, meskipun belum mampu menghasilkan perubahan kebijakan yang signifikan dari pemerintah China. Kata Kunci: Advokasi Kemanusiaan, Uyghur, Xinjiang, Non-Intervensi, Norm Advocacy, Norn Emergence, Norm Contestation, Pelanggaran HAM, Organisasi Internasional

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: Mr Iwan Ridwan Iwan
Date Deposited: 05 Jun 2026 03:44
Last Modified: 05 Jun 2026 03:44
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83481

Actions (login required)

View Item View Item