STRATEGI INDONESIA DALAM MENGURANGI KETERGANTUNGAN INVESTASI CINA PADA PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG INDONESIA’S STRATEGY TO REDUCE RELIANCE ON CHINESE INVESTMENT FOR THE JAKARTA-BANDUNG HIGH-SPEED RAILWAY PROJECT

Aulia, Gita Mega (2026) STRATEGI INDONESIA DALAM MENGURANGI KETERGANTUNGAN INVESTASI CINA PADA PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG INDONESIA’S STRATEGY TO REDUCE RELIANCE ON CHINESE INVESTMENT FOR THE JAKARTA-BANDUNG HIGH-SPEED RAILWAY PROJECT. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
LEMBAR PERSETUJUAN-Gita Mega Aulia.pdf

Download (4MB) | Preview
[img] Text
DAFTAR ISI-Gita Mega Aulia.docx

Download (18kB)
[img] Text
ABSTRAK.docx

Download (18kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA-Gita Mega Aulia.docx

Download (25kB)
[img] Text
KATA PENGANTAR-Gita Mega Aulia.docx

Download (17kB)
[img] Text
BAB I-Gita Mega Aulia.docx

Download (56kB)
[img] Text
COVER-Gita Mega Aulia.docx

Download (78kB)
[img] Text
BAB II-Gita Mega Aulia.docx

Download (75kB)

Abstract

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) merupakan salah satu manifestasi paling monumental dari kerja sama investasi Indonesia-Tiongkok yang, dalam perjalanannya, mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) dari sekitar USD 5,5 miliar menjadi USD 7,3 miliar sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap risiko debt trap dan ketergantungan investasi Tiongkok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan Pemerintah Indonesia dalam mengurangi ketergantungan tersebut pada periode 2021–2024. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus (case study) model Robert K. Yin, dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen dan analisis data model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Kerangka analisis dibangun dengan mengintegrasikan Teori Complex Interdependence (Keohane dan Nye) dan Teori Dependency untuk membedah relasi kerja sama sekaligus risiko ketergantungan yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi Indonesia-Tiongkok dalam proyek KCJB tidak dapat dipahami secara sederhana sebagai dominasi sepihak, melainkan sebagai interdependensi kompleks yang bersifat asimetris. Untuk merespons ketergantungan yang muncul, Indonesia menerapkan empat strategi utama, yaitu mempertahankan kontrol domestik melalui dominasi kepemilikan nasional pada PT KCIC, mentransformasikan ketergantungan modal menjadi transfer teknologi, merestrukturisasi pendanaan melalui Perpres Nomor 93 Tahun 2021 dan negosiasi tenor utang 40 tahun, serta melakukan diversifikasi investasi sebagai bentuk economic hedging. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas strategi Indonesia bersifat parsial namun progresif; Indonesia belum sepenuhnya lepas dari ketergantungan investasi Tiongkok, namun berhasil menjaga policy autonomy dan kepemilikan mayoritas proyek. Posisi Indonesia karenanya lebih tepat dipahami sebagai proses recalibration of dependence, bukan sebagai negara yang terjebak dalam debt trap. Kata Kunci: Kereta Cepat Jakarta-Bandung, ketergantungan investasi, debt trap, complex interdependence, dependency, Indonesia-Tiongkok

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 15 Jul 2026 07:58
Last Modified: 15 Jul 2026 07:58
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84141

Actions (login required)

View Item View Item