Andi, Alika Faza Febriani (2026) Studi Autoetnografi Streamer Gaming Perempuan dalam Menghadapi Objektifikasi Audiens pada Live Streaming TikTok @Baliykaa. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (207kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (104kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar Persetujuan2.pdf Download (110kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (147kB) | Preview |
|
|
Text
Kata Pengantar.pdf Download (144kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (284kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (189kB) | Preview |
|
|
Text
Cover.pdf Download (86kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman peneliti sebagai streamer gaming perempuan dalam menghadapi objektifikasi audiens selama aktivitas live streaming di TikTok melalui akun @Baliykaa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena objektifikasi yang kerap dialami streamer perempuan, ketika perhatian audiens tidak jarang bergeser dari kompetensi bermain menuju penampilan fisik. Penelitian menggunakan pendekatan autoetnografi dengan perspektif Critical Theory sebagai kerangka pemahaman awal, serta Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead sebagai teori utama untuk menganalisis proses mind, self, dan society peneliti. Data penelitian berupa narasi pengalaman pribadi peneliti yang diperkaya melalui perbandingan dengan hasil wawancara moderator dan praktisi ahli media sosial, guna menjawab keterbatasan subjektivitas yang umum dikritik dalam metode autoetnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman objektifikasi berkembang secara dinamis sepanjang tiga fase, yaitu fase awal munculnya objektifikasi dan negosiasi identitas (Oktober 2024 Maret 2025), fase membangun kembali identitas diri (Maret–September 2025), serta fase objektifikasi berkelanjutan dan refleksi autoetnografis melalui dokumentasi sistematis (Oktober 2025–Juni 2026). Proses mind peneliti berkembang dari pemaknaan yang pasif menuju pemaknaan yang reflektif dan kritis; self peneliti bergerak dari identitas yang tersesuaikan dengan ekspektasi audiens menuju identitas yang lebih terintegrasi dan otentik; sedangkan society dipahami sebagai lingkungan sosial digital yang plural, tempat norma-norma gender terus direproduksi sekaligus dapat dinegosiasikan. Ketiga konsep tersebut terbukti saling berkaitan secara dinamis dan membentuk pola perkembangan yang bersifat spiral, bukan linear. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis bagi pengembangan kajian komunikasi mengenai gender dan media digital, serta kontribusi praktis bagi streamer perempuan dalam menghadapi objektifikasi audiens. Kata Kunci: Objektifikasi, Streamer Perempuan, Live Streaming, Interaksi Simbolik, Autoetnografi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 07:05 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 07:05 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/85093 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
