Cahyani, Umi (2026) Praktik Diplomasi Budaya BT Batik Trusmi sebagai Aktor Non- Negara dalam Membangun Eksposur Budaya Cirebon di Tingkat Internasional. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.docx Download (86kB) |
||
|
Text
COVER .pdf Download (26kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (151kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (15kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (273kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (128kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (356kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini mengkaji bagaimana BT Batik Trusmi, sebagai aktor nonnegara, menjalankan diplomasi budaya di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, untuk memperkenalkan batik kepada wisatawan mancanegara. Penelitian ini bertumpu pada konsep soft power dari Joseph Nye sebagai kerangka teoritis, menggunakan diplomasi budaya sebagai konsep analitis utama, serta aktor non-negara untuk menjelaskan subjek yang diteliti.Dengan metode kualitatif melalui desain studi kasus, data dihimpun melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa BT Batik Trusmi membangun strategi promosi budaya berbasis digital dan kegiatan wisata edukatif, melalui pendekatan seperti one stop shopping, museum Trupark, serta workshop membatik, yang berfungsi sebagai instrumen diplomasi budaya. Pemerintah Kabupaten Cirebon berperan sebagai fasilitator melalui kebijakan RPJMD, penyediaan sarana dan infrastruktur, serta kolaborasi program internasional, namun tidak bertindak sebagai pelaksana langsung diplomasi budaya.Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik diplomasi budaya BT Batik Trusmi turut meningkatkan daya tarik Kabupaten Cirebon di mata wisatawan mancanegara, yang tampak dari beragam asal pengunjung, jejak digital yang positif, serta adanya kunjungan dari perwakilan diplomatik asing. Meski demikian, peningkatan tersebut dipahami sebagai indikasi luasnya eksposur budaya, bukan sebagai hubungan sebab-akibat tunggal terhadap perubahan jumlah wisatawan mancanegara. Dengan demikian, penelitian menegaskan bahwa aktor non-negara memiliki kemampuan untuk menjalankan diplomasi budaya di luar jalur formal antarnegara serta ikut memperkuat citra daerah pada level internasional. Kata Kunci: diplomasi budaya, soft power, aktor non-negara, BT Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 01:59 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 01:59 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84621 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
