Sahputra, Yudi (2026) FENOMENA FEAR OF MISSING OUT MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI FISIP UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG ( Studi Fenomenologi Fenomena Fear of Missing Out Pada Mahasiswa Universitas Pasundan Di Media Sosial Instagram ). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (148kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (92kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (207kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (136kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (102kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (222kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (28kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (484kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis motif, tindakan, dan makna fenomena Fear of Missing Out (FoMo) melalui media sosial Instagram pada mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan Bandung. Perkembangan teknologi komunikasi digital dan tingginya intensitas penggunaan Instagram di kalangan generasi muda memicu kecemasan psikologis berupa ketakutan akan tertinggal informasi atau momen berharga orang lain. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan pisau analisis teori fenomenologi Alfred Schutz. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga orang informan inti (mahasiswa) dan satu orang informan ahli (psikolog), serta diperkuat dengan observasi lapangan dan studi dokumentasi. Teknis analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Motif FoMo mahasiswa digerakkan oleh rasa takut ketinggalan tren, informasi hiburan, isu viral, dan aktivitas kampus, demi menjaga keterhubungan (relatedness) agar tidak terasing dari lingkaran pergaulan, serta menjaga eksistensi identitas sebagai anak Ilmu Komunikasi. (2) Tindakan yang dilakukan meliputi pengecekan Instagram secara berulang kali dalam sehari (fitur Stories, Reels, Feed, dan notifikasi) bahkan di tengah waktu perkuliahan, memantau aktivitas teman, serta terdorong memposting konten secara cepat agar dinilai tetap aktif. Kehilangan akses gawai memicu rasa gelisah. (3) Makna FoMo dikonstruksikan sebagai pemenuhan kebutuhan psikologis untuk diakui, diterima, dan melekat dalam lingkungan sosialnya. Meskipun memberikan manfaat berupa kecepatan memperoleh informasi, fenomena FoMo yang berlebihan disadari menimbulkan kelelahan mental (mental fatigue) dan kecemasan akibat tuntutan sosial untuk selalu tampil up-to-date. Kata Kunci: Fear of Missing Out (FoMo), Instagram, Fenomenologi Alfred Schutz, Mahasiswa Ilmu Komunikasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 08:25 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 08:25 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84464 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
