Choerunissa, Alika Dinairfani (2026) KETERBUKAAN DIRI DI RUANG DIGITAL ( Studi Fenomenologi Pengalaman Self Disclosure Generasi Z di Media Sosial Instagram ). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
ABSTRAK BAHASA INDONESIA.pdf Download (165kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (211kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (176kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (200kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTARR.pdf Download (226kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (208kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (230kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK BAHASA INGGRIS.pdf Download (168kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (345kB) | Preview |
Abstract
Perkembangan teknologi komunikasi digital telah menjadikan media sosial sebagai ruang baru bagi individu untuk berinteraksi dan mengekspresikan diri. Instagram merupakan salah satu platform yang banyak digunakan oleh Generasi Z untuk melakukan keterbukaan diri (self-disclosure) melalui berbagai fitur yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Generasi Z merepresentasikan pengalaman self-disclosure di Instagram, bentuk praktik self- disclosure yang dilakukan, serta makna yang diberikan terhadap pengalaman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dan didukung perspektif Etnografi Virtual Christine Hine. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan Generasi Z yang aktif menggunakan Instagram serta pernah melakukan self-disclosure. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z merepresentasikan pengalaman self-disclosure melalui unggahan yang memuat aktivitas, pikiran, perasaan, dan pengalaman hidup sehari-hari dengan tetap mempertimbangkan batasan privasi. Praktik self-disclosure dilakukan sebagai sarana ekspresi emosi, pendokumentasian pengalaman, pemeliharaan hubungan sosial, dan pembentukan identitas diri melalui fitur story, close friends, second account, maupun unggahan publik. Adapun makna self- disclosure bagi Generasi Z adalah sebagai sarana mengekspresikan diri, memperoleh kelegaan emosional, membangun kedekatan dengan orang lain, menyimpan kenangan, dan memperoleh dukungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-disclosure merupakan tindakan sosial yang dimaknai secara subjektif dan dipengaruhi oleh pengalaman personal serta interaksi yang berlangsung di ruang digital. Kata Kunci: Self-Disclosure, Generasi Z, Instagram, Fenomenologi, Etnografi Virtual.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 06:45 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 06:45 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84445 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
