Puziani, Nur Aini (2026) KEPERCAYAAN DIRI ANAK BROKEN HOME DI KELURAHAN PASIRLAYUNG KECAMATAN CIBEUNYING KIDUL KOTA BANDUNG. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (203kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (300kB) | Preview |
|
|
Text
REVISI_LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (172kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (323kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTTAKA.pdf Download (436kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (412kB) | Preview |
|
|
Text
COVER SKRIPSI.pdf Download (172kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (361kB) | Preview |
Abstract
Kepercayaan diri merupakan aspek penting dalam perkembangan psikososial anak yang dapat dipengaruhi oleh kondisi keluarga. Anak yang tumbuh dalam keluarga broken home berpotensi mengalami berbagai perubahan emosional dan sosial yang memengaruhi cara mereka memandang diri, berinteraksi dengan lingkungan, serta menjalankan peran sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepercayaan diri anak korban broken home di Kelurahan Pasirlayung, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, meliputi bentuk kepercayaan diri, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian berjumlah tujuh anak korban broken home yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri anak korban broken home diwujudkan melalui cara anak memandang dan menilai dirinya sendiri, keberanian dalam mengekspresikan pendapat dan perasaan, kemampuan menjalin relasi sosial, tingkat penerimaan terhadap diri dan kondisi keluarga, serta kemandirian dalam mengambil peran dan keputusan. Faktor pendukung kepercayaan diri meliputi dukungan keluarga, hubungan pertemanan yang positif, lingkungan sekolah yang suportif, keterlibatan dalam kegiatan sosial, dan pengalaman keberhasilan. Sementara itu, faktor penghambat meliputi konflik keluarga yang berkepanjangan, berkurangnya perhatian dan komunikasi dengan orang tua, perasaan malu terhadap kondisi keluarga, kecenderungan membandingkan diri dengan teman sebaya, serta keterbatasan ekonomi keluarga. Adapun upaya yang dilakukan anak untuk meningkatkan kepercayaan diri meliputi membangun hubungan pertemanan yang positif, mengikuti kegiatan sekolah dan lingkungan, mengembangkan kemampuan diri, mencari dukungan dari orang yang dipercaya, serta berusaha menerima kondisi keluarga yang dialami. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri anak korban broken home terbentuk melalui interaksi antara pengalaman personal dan lingkungan sosial yang melingkupinya. Oleh karena itu, dukungan keluarga, sekolah, teman sebaya, dan lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam membantu anak mengembangkan kepercayaan diri secara positif. Kata Kunci: Kepercayaan Diri, Anak, Broken Home, Person In Environment, Studi Kasus.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Kesejahteraan Sosial 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 08:28 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 08:28 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84252 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
