Prakoso, Firdaus Dwi (2026) HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA DI PSSA TAMBATAN HATI. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
cover.docx Download (90kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.docx Download (30kB) |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.docx Download (23kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.docx Download (24kB) |
|
|
Text
LEMBAR Pengesahan (1).docx Download (2MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.docx Download (21kB) |
|
|
Text
BAB II.docx Download (71kB) |
|
|
Text
BAB I.docx Download (61kB) |
Abstract
Remaja yang tinggal di Panti Sosial Asuhan Anak (PSSA) menghadapi berbagai tantangan psikologis dan sosial yang berpotensi memengaruhi kemampuan mereka dalam beradaptasi terhadap tekanan kehidupan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam membentuk resiliensi remaja adalah penerimaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerimaan diri, mendeskripsikan resiliensi, menganalisis hubungan antara penerimaan diri dengan resiliensi, serta mengkaji implikasi praktis dan teoritisnya terhadap pengembangan Ilmu Kesejahteraan Sosial pada remaja di PSSA Tambatan Hati Bandung. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja di PSSA Tambatan Hati Bandung dengan jumlah responden sebanyak 34 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri remaja di PSSA Tambatan Hati Bandung berada pada kategori baik, yang ditunjukkan melalui kemampuan menghargai diri sendiri, menerima kelebihan dan kekurangan diri, serta memiliki pandangan positif terhadap diri dan lingkungan. Resiliensi remaja juga tergolong baik, yang tercermin dari kemampuan bertahan menghadapi tekanan, beradaptasi dengan lingkungan, mengendalikan emosi, dan menyelesaikan permasalahan secara positif. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan terdapat hubungan positif antara penerimaan diri dengan resiliensi pada remaja, dengan koefisien korelasi Rank Spearman sebesar 0,324, yang menunjukkan hubungan pada kategori cukup. Hasil uji keberartian menunjukkan nilai t hitung = 1,937 lebih besar daripada t tabel = 1,671, sehingga hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan antara penerimaan diri dengan resiliensi diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerimaan diri yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi pula tingkat resiliensinya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerimaan diri merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan resiliensi remaja di PSSA Tambatan Hati Bandung. Oleh karena itu, diperlukan upaya pembinaan, pendampingan, konseling, dan pengembangan diri secara berkelanjutan oleh pihak panti, pekerja sosial, serta lingkungan sekitar untuk meningkatkan penerimaan diri sehingga resiliensi remaja dapat berkembang secara optimal. Kata kunci: penerimaan diri, resiliensi, remaja, PSSA Tambatan Hati, kesejahteraan sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Kesejahteraan Sosial 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 06:16 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 06:16 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84245 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
