Kusnadi, Hana Aulia (2026) POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL AYAH YANG BEKERJA PENUH WAKTU DENGAN ANAK REMAJA DALAM MEMBANGUN KEDEKATAN EMOSIONAL DI KECAMATAN PAMANUKAN. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
DAFTAR-DAFTAR.pdf Download (636kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA HANA.pdf Download (765kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK 3 BAHASA.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Image
image.png Download (311kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2 SKRIPSI HANA.pdf Download (8MB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1 SKRIPSI HANA.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text
COVER SKRIPSI.pdf Download (144kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI.pdf Download (112kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berjudul "Pola Komunikasi Intepersonal Ayah yang Bekerja Penuh Waktu dengan Anak Remaja dalam Membangun Kedekatan Emosional di Kecamatan Pamanukan" (Studi Kualitatif Deskriptif pada Ayah yang Bekerja Penuh Waktu di Kecamatan Pamanukan) isu utama yang melandasi kajian ini adalah keterbatasan durasi interaksi antara anak remaja dengan sosok ayah yang sibuk bekerja seharian penuh. Kondisi tersebut memicu kerenggangan hubungan di rumah, sebab anak remaja sering kali merasa canggung atau enggan membuka percakapan akibat melihat ayahnya yang sudah terlanjur lelah setelah seharian mencari nafkah. Guna membedah persoalan ini, peneliti menerapkan Teori Penetrasi Sosial dari Altman dan Taylor untuk memetakan dinamika hubungan lewat tiga aspek dasar: pengungkapan diri (self-disclosure), variasi bahasan (breadth), serta kedalaman pesan (depth). Metode yang diaplikasikan adalah kualitatif deskriptif, dengan proses pengumpulan data melalui wawancara semi- terstruktur bersama sejumlah informan di wilayah Kecamatan Pamanukan. Hasil analisis di lapangan membuktikan bahwa minimnya waktu tatap muka menyebabkan proses keterbukaan anak menjadi pasif; mereka cenderung menunggu adanya pancingan atau perhatian duluan dari sang ayah. Pada ranah variasi topik (breadth), obrolan pun menyempit dan terasa monoton lantaran didominasi urusan formal seputar kegiatan sekolah. Kendati demikian, ikatan emosional pada lapisan terdalam (depth) tetap dapat dipertahankan berkat adanya bentuk kompensasi emosional, seperti perhatian nyata dari ayah, candaan ringan saat berkumpul, hingga pemanfaatan WhatsApp sebagai sarana bertukar kabar di tengah padatnya jam kerja. Kata Kunci: Pola Komunikasi Interpersonal, Ayah Pekerja, Anak Remaja, Kedekatan Emosional.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 02:09 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 02:09 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84114 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
