“KOMUNITAS TETAP BERJALAN” SEBAGAI MEDIA UNTUK BERCERITA (Studi Deskriptif Kualitatif Program Ruang Bersuara)

Oktavia, Alya Nur (2026) “KOMUNITAS TETAP BERJALAN” SEBAGAI MEDIA UNTUK BERCERITA (Studi Deskriptif Kualitatif Program Ruang Bersuara). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (383kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK 3 BAHASA.pdf

Download (387kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (275kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (194kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (296kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (524kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (247kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “KOMUNITAS TETAP BERJALAN SEBAGAI MEDIA UNTUK BERCERITA (Studi Deskriptif Kualitatif Program Ruang Bersuara” Program Ruang Bersuara, merupakan wadah berbagi cerita yang memberikan kesempatan bagi individu untuk memperkaya pengalaman pribadi mereka dalam lingkungan yang aman, suportif, dan penuh dukungan. Program ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan individu akan tempat untuk membahas permasalahan pribadi mereka. Berlandaskan teori Sidney M. Jourard, penelitian ini bertujuan untuk memahami pengungkapan diri (self disclosure) peserta dalam program Ruang Bersuara berdasarkan dimensi keluasan (breadth), kedalaman (depth), dan kesengajaan (intentionality). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian yang dilibatkan dalam pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara meliputi satu orang penggagas, satu orang psikolog, dan empat orang peserta program Ruang Bersuara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, para partisipan membahas berbagai aspek kehidupan pribadi mereka, seperti trauma masa kecil, quarter life crisis, hubungan keluarga, kesehatan mental, serta trauma yang sangat personal. Dari segi kedalaman, mereka mampu mengungkapkan perasaan yang emosional, sensitif, dan terdalam berkat lingkungan yang aman, nyaman, bebas penghakiman, dan penuh penerimaan. Di sisi lain, dari segi kesengajaan, keterlibatan diri dilakukan secara sadar atas kemauan pribadi dengan tujuan memperoleh dukungan emosional, berbagi pengalaman, memberikan motivasi kepada orang lain, serta mendapatkan perspektif baru dari individu lain yang memiliki pengalaman serupa. Berdasarkan temuan studi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Program Ruang Bersuara berhasil menciptakan wadah yang memfasilitasi proses pengungkapan diri individu secara jelas, ringkas, dan penuh kesadaran. Lingkungan yang aman dan suportif, serta adanya pengalaman bersama, merupakan faktor utama yang mendorong pengembangan diri. Hal ini menunjukkan bahwa Program Ruang Bersuara tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk berbagi cerita, tetapi juga sebagai lingkungan sosial yang membantu peserta memahami, menghayati, dan memperoleh manfaat bagi kesejahteraan psikologis mereka. Kata Kunci: Self Disclosure, Program Ruang Bersuara, Komunikasi Kelompok

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 14 Jul 2026 02:18
Last Modified: 14 Jul 2026 02:18
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84062

Actions (login required)

View Item View Item