FENOMENA HOMESICK PADA MAHASISWA PERANTAU DI KOTA BANDUNG (Studi Fenomenologi tentang Makna Objek Kerinduan dan Sikap Mahasiswa Perantau terhadap Homesick di Kota Bandung)

Mahira, Zahra Kayla (2026) FENOMENA HOMESICK PADA MAHASISWA PERANTAU DI KOTA BANDUNG (Studi Fenomenologi tentang Makna Objek Kerinduan dan Sikap Mahasiswa Perantau terhadap Homesick di Kota Bandung). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
abstrak.pdf

Download (116kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Lembar pengesahan kayla.pdf

Download (149kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar isi.pdf

Download (133kB) | Preview
[img]
Preview
Text
kata pengantar.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text
dapus.pdf

Download (355kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 1.pdf

Download (265kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 2.pdf

Download (485kB) | Preview
[img]
Preview
Text
cover.pdf

Download (91kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena homesick yang dialami oleh mahasiswa perantau yang menempuh pendidikan tinggi di Kota Bandung. Fokus penelitian terletak pada tiga dimensi utama, yaitu motif yang melatarbelakangi munculnya homesick, tindakan yang dilakukan mahasiswa dalam menghadapinya, serta makna yang dilekatkan mahasiswa terhadap objek-objek kerinduan seperti rumah, keluarga, dan pengalaman rindu itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis berdasarkan kerangka teoritis Edmund Husserl, yang menekankan bahwa setiap pengalaman manusia bersifat intentional selalu terarah pada objek yang bermakna dalam kesadaran individu.Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam (in depth interview) terhadap sembilan informan inti yang merupakan mahasiswa perantau asal luar Kota Bandung, serta satu informan ahli dari latar belakang psikologi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis fenomenologis melalui tahapan epoche, reduksi, dan interpretasi. Hasil penelitian menemukan bahwa motif kemunculan homesick bersumber dari kontras antara lifeworld (dunia kehidupan) yang dimiliki mahasiswa di rumah dengan kondisi kos yang sepi dan menuntut kemandirian, diperkuat oleh tekanan akademik dan kondisi fisik yang menurun. Tindakan yang dilakukan mahasiswa dalam menghadapi homesick meliputi tiga strategi utama: komunikasi jarak jauh dengan keluarga melalui telepon dan video call, pencarian distraksi melalui aktivitas sosial bersama teman, serta kepulangan fisik ke rumah yang terbukti menjadi penyelesaian paling efektif. Terdapat pula perubahan pola tindakan dari reaktif menuju adaptif seiring berjalannya waktu. Dalam dimensi makna, seluruh informan memaknai rumah bukan sebagai lokasi fisik melainkan sebagai kondisi psikologis di mana seseorang dapat menjadi dirinya sendiri sepenuhnya, sementara keluarga dimaknai sebagai sumber kelengkapan diri. Delapan dari sembilan informan memaknai pengalaman homesick secara positif sebagai bentuk ekspresi rasa sayang, proses pendewasaan, dan latihan kemandirian. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bahwa homesick merupakan krisis lifeworld yang kompleks, bukan sekadar reaksi emosional terhadap perpindahan, dan bahwa pendekatan fenomenologi mampu mengungkap dimensi subjektif pengalaman yang tidak dapat ditangkap oleh instrumen kuantitatif. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan program pendampingan mahasiswa perantau di institusi pendidikan tinggi. Kata kunci: homesick, mahasiswa perantau, fenomenologi, lifeworld, objek kerinduan, makna, adaptasi

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2025
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 06 Jul 2026 08:36
Last Modified: 06 Jul 2026 08:36
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83860

Actions (login required)

View Item View Item