Karelian, Keisha Kailla (2026) FENOMENA DEAKTIVASI INSTAGRAM DI KALANGAN MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI FISIP UNPAS SEBAGAI BENTUK DIGITAL DETOX. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
1. Cover.pdf Download (327kB) | Preview |
|
|
Text
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (94kB) | Preview |
|
|
Text
3. ABSTRAK 3 BAHASA.pdf Download (79kB) | Preview |
|
|
Text
4. BAB I.pdf Download (204kB) | Preview |
|
|
Text
5. BAB II.pdf Download (504kB) | Preview |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (179kB) | Preview |
|
|
Text
11. KATA PENGANTAR.pdf Download (152kB) | Preview |
|
|
Text
12. DAFTAR ISI, TABEL, GAMBAR, LAMPIRAN.pdf Download (193kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berjudul "Fenomena Deaktivasi Instagram di Kalangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNPAS sebagai Bentuk Digital detox (Studi Fenomenologi tentang Pengalaman Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNPAS dalam Melakukan Deaktivasi Instagram sebagai Bentuk Digital detox)" yang bertujuan untuk memahami motif, makna, dan tindakan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Pasundan dalam melakukan deaktivasi Instagram sebagai bentuk digital detox. Fenomena deaktivasi Instagram semakin banyak dilakukan oleh mahasiswa sebagai respons atas dampak psikologis penggunaan media sosial yang berlebihan, seperti kelelahan digital (burnout), social comparison, dan tekanan emosional, yang mendorong individu untuk secara sadar mengambil jeda dari platform tersebut. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi sosial Alfred Schutz, khususnya konsep because motive dan in-order-to motive, untuk memahami pengalaman subjektif para informan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima mahasiswa aktif Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Pasundan yang pernah melakukan deaktivasi Instagram minimal satu bulan sebagai informan utama, serta satu informan ahli psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif utama deaktivasi Instagram bersumber dari kelelahan psikologis akibat tuntutan akademik dan paparan konten berlebihan sebagai because motive, dengan in-order-to motive berupa pemulihan keseimbangan psikologis, peningkatan fokus pada kehidupan nyata, dan pengembangan diri yang lebih jelas. Makna deaktivasi Instagram bersifat subjektif dan terbentuk dalam tiga dimensi yang saling berkaitan: makna sebagai ruang pemulihan psikologis, makna sebagai proses penemuan dan penguatan identitas diri, serta makna sebagai upaya kembali hadir secara utuh dalam kehidupan nyata. Adapun tindakan selama periode deaktivasi berlangsung melalui tiga pola, yaitu peralihan langsung ke interaksi nyata dan platform personal, pencarian platform alternatif sebagai tahap transisi awal, serta penguatan aktivitas kehidupan nyata sebagai pengisi ruang yang sebelumnya ditempati oleh Instagram. Penelitian ini menyimpulkan bahwa deaktivasi Instagram sebagai bentuk digital detox merupakan tindakan sosial yang sadar, bermakna, dan bersifat individual pada setiap mahasiswa. Temuan ini memberikan kontribusi bagi kajian komunikasi digital, khususnya dalam memahami hubungan antara tekanan psikologis media sosial, kesadaran diri, dan perilaku digital detox di kalangan Mahasiswa. Kata kunci: Deaktivasi Instagram, Digital detox, Fenomenologi Sosial, Mahasiswa, Media Sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 06:46 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 06:46 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83780 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
