Ambarwati, Ayu (2026) AKIBAT HUKUM PENYALAHGUNAAN KEADAAN (MISBRUIK VAN OMSTANDIGHEDEN) DALAM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TERHADAP KEABSAHAN AKTA JUAL BELI. Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
AYU AMBARWATI_228100067.pdf Download (241kB) | Preview |
Abstract
Penyalahgunaan keadaan (misbruik van omstandigheden) merupakan bentuk cacat kehendak yang berkembang melalui doktrin dan yurisprudensi sebagai pembatas asas kebebasan berkontrak. Dalam praktik, penyalahgunaan keadaan sering ditemukan dalam penggunaan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dan kuasa menjual yang dijadikan instrumen pengamanan utang piutang, kemudian digunakan sebagai dasar pembuatan Akta Jual Beli (AJB). Kondisi tersebut menimbulkan dua permasalahan utama yang menjadi fokus kajian dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimana kriteria penyalahgunaan keadaan (Misbruik Van Omstandigheden) dalam suatu pembentukan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) menurut praktik peradilan di Indonesia? dan 2) Bagaimana akibat hukum terhadap keabsahan akta jual beli (AJB) yang lahir dari perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) yang mengandung penyalahgunaan keadaan (Misbruik Van Omstandigheden)? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan pengadilan dalam menentukan adanya penyalahgunaan keadaan dalam pembuatan PPJB di hadapan notaris serta menganalisis akibat hukum terhadap keabsahan AJB yang mengandung penyalahgunaan keadaan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis, melalui studi kepustakaan yang didukung data hasil wawancara dengan Notaris, PPAT, dan Majelis Pengawas Daerah (MPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadilan menentukan kriteria mengenai penyalahgunaan keadaan dengan menilai ketidakseimbangan posisi para pihak, kondisi keterdesakan ekonomi atau psikologis, serta adanya pemanfaatan keadaan tersebut oleh pihak yang lebih dominan. Penyalahgunaan keadaan diakui sebagai bentuk cacat kehendak yang memengaruhi unsur kesepakatan dalam Pasal 1320 KUHPerdata namun praktik peradilan di Indonesia menunjukkan bahwa penyalahgunaan keadaan dalam skema PPJB Jaminan tidak lagi sekadar dipandang sebagai pelanggaran terhadap syarat subjektif kesepakatan melainkan pelanggaran terhadap syarat objektif sebagai kausa yang halal . Oleh karena itu, akibat hukum terhadap Akta Jual Beli (AJB) yang lahir dari PPJB dengan mengandung penyalahgunaan keadaan pada prinsipnya adalah dapat dibatalkan, sehingga peralihan hak atas tanah yang didasarkan pada akta tersebut dapat dilakukan pemulihan hak ke keadaan semula (restitutio in integrum).
| Item Type: | Thesis (Thesis(S2)) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > S2-Magister Kenotariatan 2026 |
| Depositing User: | Mr soeryana soeryana |
| Date Deposited: | 27 Jun 2026 01:14 |
| Last Modified: | 27 Jun 2026 01:14 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83611 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
