Sita, Grace (2026) DARK JOKES REMAJA YATIM PADA PLATFORM TIKTOK DI KALANGAN GEN Z (Studi Fenomenologi Alfred Schutz Mengenai Dark Jokes Remaja Yatim Pada Platform Tiktok Di Kalangan Gen Z). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
COVER.pdf Download (181kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (126kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (290kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (326kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (163kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (102kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (220kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (187kB) | Preview |
Abstract
Fenomena penggunaan dark jokes oleh remaja yatim di TikTok menunjukkan bahwa humor tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tapi sebagai cara mengekspresikan emosi, menghadapi kehilangan, dan membangun hubungan sosial di era digital. Gen Z memanfaatkan TikTok sebagai ruang untuk berbagi pengalaman pribadi melalui humor gelap yang menyimpan makna emosional mendalam. Lokasi penelitian dalam penelitian ini di media sosial TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami motif, tindakan, makna dalam penggunaan dark jokes bagi remaja yatim di TikTok melalui pendekatan fenomenologi sebagai bentuk ekspresi diri dan mekanisme coping terhadap pengalaman kehilangan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dalam proses penelitiannya meliputi wawancara dengan informan, pengumpulan data khusus dan spesifik yang diperoleh dari informan, analisis dan melakukan tafsiran data yang telah didapat, dengan studi analisis pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi menurut Alfred Schutz pada tahun 1932 dengan aspek diantaranya motif, Tindakan, makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dark jokes digunakan sebagai mekanisme coping untuk mengelola kesedihan, mengekspresikan emosi yang sulit diungkapkan secara langsung, serta membangun solidaritas dengan individu lain yang memiliki pengalaman serupa. Selain itu, praktik ini juga dipengaruhi oleh interaksi sosial di ruang digital dan dimaknai sebagai bentuk resiliensi, penerimaan diri, serta strategi membangun identitas yang lebih kuat pada pengalaman kehilangan seorang ayah. Dark jokes bukan hanya digunakan sebagai bentuk hiburan saja, tapi juga menjadi media ekspresi emosional dan mekanisme coping dalam menghadapi pengalaman kehilangan ayah. Lewat teori fenomenologi Alfred Schutz, penelitian ini menemukan bahwa motif penggunaan dark jokes dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, rasa kesepian, serta kebutuhan untuk menyalurkan emosi yang sulit diungkapkan secara langsung. Tindakan membuat dan membagikan konten dark jokes di TikTok dilakukan secara sadar sebagai bentuk komunikasi diri dan interaksi sosial di ruang digital. Sementara itu, makna yang terbentuk dari penggunaan dark jokes bagi remaja yatim adalah cara untuk berdamai dengan luka, mengurangi beban emosional, membangun solidaritas dengan individu yang memiliki pengalaman serupa, serta membentuk identitas diri yang lebih kuat dan resilien di tengah pengalaman kehilangan. Kata kunci: Dark jokes, Remaja yatim, TikTok, Gen Z
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | Mr Iwan Ridwan Iwan |
| Date Deposited: | 13 May 2026 08:06 |
| Last Modified: | 13 May 2026 08:06 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83272 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
