PERLINDUNGAN HUKUM BAGI YOS SUPRAPTO DALAM KEGIATAN PAMERAN LUKISAN YANG DIBATALKAN SECARA SEPIHAK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA

Deni Setiawan, Deni Setiawan (2026) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI YOS SUPRAPTO DALAM KEGIATAN PAMERAN LUKISAN YANG DIBATALKAN SECARA SEPIHAK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
Cover .pdf

Download (275kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1 .pdf

Download (159kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 2 .pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (605kB)
[img] Text
BAB 4 .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (487kB)
[img] Text
BAB 5 .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (202kB)
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka .pdf

Download (505kB) | Preview

Abstract

Perlindungan hukum terhadap hak cipta seniman dalam kegiatan pameran seni rupa merupakan aspek yang sangat penting dalam menjamin kepastian hukum, kebebasan berekspresi, serta penghormatan terhadap karya sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa. Dalam konteks negara hukum, setiap karya seni yang telah diwujudkan dalam bentuk nyata seharusnya memperoleh perlindungan hukum yang optimal, baik dari segi pengakuan maupun pemanfaatannya. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara norma hukum yang berlaku dengan pelaksanaan di lapangan. Hal ini tercermin dalam kasus pembatalan sepihak pameran tunggal Yos Suprapto di Galeri Nasional Indonesia pada tahun 2024. Pembatalan tersebut dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas, tanpa prosedur administratif yang transparan, serta tanpa adanya komunikasi dan persetujuan dari pencipta sebagai pemegang hak cipta. Tindakan tersebut tidak hanya menimbulkan ketidakpastian hukum, tetapi juga berpotensi melanggar hak cipta, khususnya hak moral dan hak ekonomi seniman, serta berdampak pada kebebasan berekspresi dalam kegiatan seni rupa. Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut (1) bagaimana perlindungan hukum terhadap kegiatan pameran lukisan berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (2) apa akibat hukum yang timbul dari pembatalan sepihak pameran lukisan karya Yos Suprapto dan (3) bagaimana penyelesaian permasalahan yang dapat ditempuh oleh seniman yang dirugikan akibat pembatalan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatalan sepihak pameran lukisan tersebut tidak mencerminkan adanya perlindungan hukum yang optimal terhadap pencipta. Dalam hal ini, tindakan penurunan karya tanpa persetujuan pencipta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap hak moral, khususnya terkait dengan hak untuk mempertahankan integritas ciptaan serta hak untuk memperoleh pengakuan atas karya yang dihasilkan. Selain itu, tidak terlaksananya pameran juga berdampak pada tidak terpenuhinya hak ekonomi pencipta, karena pameran merupakan salah satu bentuk pemanfaatan ciptaan yang memiliki nilai ekonomi serta potensi keuntungan finansial dan reputasional. Dari sudut pandang hukum perjanjian, pembatalan sepihak tersebut dapat dikualifikasikan sebagai wanprestasi, karena tidak dipenuhinya kewajiban sebagaimana yang telah disepakati oleh para pihak. Lebih lanjut, tindakan tersebut juga berpotensi dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum karena menimbulkan kerugian materiil dan immateriil, termasuk hilangnya peluang ekonomi, kesempatan kerja sama profesional, serta penurunan reputasi seniman dalam ruang publik. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Hak Cipta, Pembatalan Sepihak, Pameran Lukisan.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2026
Depositing User: Nandang Haeruman
Date Deposited: 28 Apr 2026 06:58
Last Modified: 28 Apr 2026 06:58
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82847

Actions (login required)

View Item View Item