Agung Pranata Weynanda, Agung Pranata Weynanda (2025) PERLINDUNGAN HUKUM KARYA CIPTA LAGU TERHADAP PENGGUNAAN SECARA KOMERSIAL MELALUI SPOTIFY TANPA IZIN PENCIPTA DAN/ATAU LEMBAGA MANAJEMEN KOLEKTIF (LMK) BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIP. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
A. COVER.pdf Download (84kB) | Preview |
|
|
Text
G. BAB 1.pdf Download (187kB) | Preview |
|
|
Text
H. BAB 2.pdf Download (146kB) | Preview |
|
|
Text
I. BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (124kB) |
||
|
Text
J. BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (143kB) |
||
|
Text
K. BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (81kB) |
||
|
Text
L. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (117kB) | Preview |
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses karya cipta, khususnya lagu yang tersedia di platform musik daring seperti Spotify. Akses yang mudah ini sering kali disalahgunakan oleh pelaku usaha yang memanfaatkan layanan Spotify untuk tujuan komersial tanpa izin dari pencipta lagu atau Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Hal ini jelas menimbulkan persoalan hukum karena bertentangan dengan ketentuan Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, terutama terkait hak ekonomi pencipta. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini mengidentifikasi tiga isu utama: (1) bentuk perlindungan hukum terhadap karya cipta lagu yang digunakan secara komersial melalui Spotify tanpa izin, (2) akibat hukum bagi pengguna yang melakukan pelanggaran, dan (3) mekanisme penyelesaian sengketa hak cipta atas pelanggaran performing right. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang mencakup undang-undang, literatur hukum, dan pendapat para ahli, serta dilengkapi dengan studi lapangan berupa wawancara dengan pihak Lembaga Manajemen Kolektif. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menekankan pada ketentuan hukum positif dan teori perlindungan hukum serta kepastian hukum, guna memberikan pemahaman komprehensif mengenai pelanggaran performing right pada pengguna musik (user). Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, perlindungan hukum terhadap karya cipta lagu dilakukan secara preventif melalui regulasi dan lisensi resmi yang dikelola LMK/LMKN, serta secara represif melalui gugatan perdata dan sanksi pidana sebagaimana diatur Pasal 113 UU Hak Cipta. Kedua, akibat hukum bagi pengguna musik yang memanfaatkan Spotify secara komersial tanpa izin adalah kewajiban membayar ganti rugi, sanksi administratif, bahkan pidana penjara. Ketiga, penyelesaian sengketa pelanggaran performing rights dapat ditempuh melalui litigasi di pengadilan maupun non-litigasi seperti mediasi dan arbitrase. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kesadaran hukum pelaku usaha dan penguatan peran LMK dalam pengelolaan royalti menjadi kunci tercapainya kepastian hukum serta perlindungan optimal bagi pencipta lagu. Kata Kunci: Hak Cipta, Spotify, Penggunaan Komersial, Perlindungan Hukum, Performing Rights.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2025 |
| Depositing User: | Nandang Haeruman |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 06:16 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 06:16 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82582 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
