PERBANDINGAN UNSUR BAHASA DALAM PUISI CINTA DI DALAM GELAS KARYA ANDREA HIRATA DENGAN PUISI HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO

Abdasyah,Ziana, 195030022 (2025) PERBANDINGAN UNSUR BAHASA DALAM PUISI CINTA DI DALAM GELAS KARYA ANDREA HIRATA DENGAN PUISI HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO. Skripsi(S1) thesis, FKIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (53kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Pengesahan.pdf

Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Penguji.pdf

Download (8kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. ABSTRAK.pdf

Download (102kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I ZIANA PUISI.pdf

Download (90kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II ZIANA PUISI.pdf

Download (146kB) | Preview
[img] Text
BAB III ZIANA PUISI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (191kB)
[img] Text
BAB IV ZIANA PUISI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (528kB)
[img] Text
BAB V ZIANA PUISI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (140kB)
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (77kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta membandingkan unsur bahasa dalam puisi Cinta di Dalam Gelas Karya Andrea Hirata dan Puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono yang meliputi tiga unsur. Yakni makna Leksikal, makna Gramatikal dan makna Retorika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi pustaka yaitu membaca keseluruhan kumpulan puisi dalam novel Cinta di Dalam Gelas Karya Andrea Hirata dan Puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono. Dalam analisis data, penuli penulis menggunakan analisis isi, yaitu menganalisis seluruh isi dalam kumpulan puisi. Dalam penyajian hasil analisis, penulis menggunakan teknik informal. Dari hasil dan pembehasan dapat disimpulkan bahwa pada aspek leksikal, secara keseluruhan kedua penyair umumnya menggunakan kata baku seperti kata ‘ditaburkan, kemewahan, dan menengadah’, kata dasar seperti kata ‘cinta, langit, dan genggam’, dan kata umum seperti kata ‘semua, hukum dan dunia’. Selain itu pada kumpulan puisi Cinta di Dalam Gelas yang berjudul “Tak Tergemgam” terdapat kata bahasa belitung seperti kata ‘seangkam’, dan ‘segantang’ yang memiliki arti ukuran untuk menentukan banyak dan berat benda. Sedangkan dalam kumpulan puisi Hujan Bulan Juni yang berjudul “Metamorfosis”, tedapat kata bahasa Yunani seperti kata ‘Metamorfosis’ yang artinya secara adalah perubahan bentuk. Pada aspek gramatikal, secara keseluruhan kedua kumpulan puisi tersebut umumnya menggunakan struktur kalimat kompleks dan struktur kalimat sederhana, hal itu dibuktikan dengan setiap judul puisi dari kedua penyair yang penulis temukan di dalam kedua kumpulan puisi tersebut. Bahasa yang digunakan kedua penyair umumnya menggunakan bahasa pergaulan yang membuat pembaca mudah memahaminya Namun penulis pun menemukan bahasa resmi. Contohnya dalam puisi Metamorfosis “menulis riwayat hidupmu” (2. 4). Penggunaan makna retorika dalam kumpulan puisi Cinta di Dalam Gelas, dan kumpulan puisi Hujan Bulan Juni umumnya menggunakan majas metafora dan personifikasi. Dalam kedua kumpulan puisi tersebut penulis tidak menemukan data klimaks baik dalam umpulan puisi Cinta di Dalam Gelas, dan kumpulan puisi Hujan Bulan. Kedua kumpulan puisi tersebut sama-sama menggunakan citraan penglihatan, perabaan dan citraan pendengaran. Sedangkan citraan penciuman penulis tidak menemukan.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Bahasa Indonesia 2025
Depositing User: E. Nurhayati Djaroni
Date Deposited: 16 Mar 2026 08:07
Last Modified: 16 Mar 2026 08:07
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82564

Actions (login required)

View Item View Item