ANALISIS GERAKAN PRO-DEMOKRASI HONG KONG: STUDI KASUS UMBRELLA MOVEMENT 2014 BERDASARKAN KERANGKA SOCIAL MOVEMENT CHARLES TILLY

Khairina, Andrea (2026) ANALISIS GERAKAN PRO-DEMOKRASI HONG KONG: STUDI KASUS UMBRELLA MOVEMENT 2014 BERDASARKAN KERANGKA SOCIAL MOVEMENT CHARLES TILLY. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
1_COVER SKRIPSI .pdf

Download (95kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2_LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (70kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3_ABSTRAK.pdf

Download (123kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4_KATA PENGANTAR.pdf

Download (82kB) | Preview
[img] Text
5_DAFTAR ISI.docx

Download (17kB)
[img]
Preview
Text
11_REFERENSI.pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6_BAB I.pdf

Download (221kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7_BAB II.pdf

Download (193kB) | Preview
[img]
Preview
Text
LEMBAR PENGESAHAN DAN PENGUJIAN.pdf

Download (317kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang strategi yang digunakan dalam aksi Umbrella Movement sebagai gerakan sosial pro-demokrasi. Berlangsung selama 79 hari, aksi pro-demokrasi ini memberikan dampak jangka panjang bagi kesadaran berpolitik masyarakat Hong Kong. Payung kuning menjadi sebuah simbol untuk menghindari pepper spray yang digunakan aparat untuk memukul mundur para demonstran. Gerakan ini diinisiasi atas rasa ketidakadilan penuntut pada mainland yang terlalu melibatkan diri dalam kehidupan bernegara Hong Kong. China sudah diberikan porsi sendiri bila merujuk pada kerangka hukumnya, yakni One Country, Two Systems (OC2S) (OC2S) yang disebutkan bahwa kebijakan luar negeri dan militeristik menjadi 2 (dua) bidang yang hanya dapat diurus oleh mainland. Gerakan ini memuat dua tuntutan yang dibawakan para demonstran. Pertama, menarik ketetapan Keputusan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPCSC) yang dikeluarkan pada 31 Agustus 2014. Kedua, tuntutan untuk Leung Chun-ying (梁振英) atau CY Leung mengundurkan diri sebagai kepala eksekutif. CY Leung dianggap sebagai tokoh politik yang terlalu memprioritaskan China dan bukan Hong Kong sebagai wilayahnya sendiri. Pada penelitian ini, penulis menggunakan teori Social Movement yang dikemukakan oleh Charles Tilly untuk mengkaji strategi yang digunakan dalam aksi Umbrella Movement di Hong Kong. Teori ini menguraikan tentang; a) Campaign, b) Repertoire of Actions, dan c) WUNC Display. Ketiga elemen ini dijelaskan Tilly sebagai sebuah unsur penting sebuah gerakan mendapatkan atensi dan dukungan. Penulis menggunakan desain penelitian Kualitatif dengan Teknik pengumpulan data menggunakan library research. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya atau strategi yang dilakukan oleh demonstran dalam mendorong tuntutan pada pihak otoritas. Meskipun gerakan ini didominasi oleh kalangan muda seperti pelajar, mahasiswa dan akademisi, namun mereka memiliki jaringan mobilisasi yang kuat yang dapat menggerakan para demonstran untuk berkumpul di titik pertemuan. Membuat mereka dapat menduduki Civic Square, Admiralty yang merupakan kompleks pemerintahan dan berhasil memblokir akses jalan. Kata Kunci : Umbrella Movement, Gerakan Sosial Demokrasi, One Country, Two Systems (OC2S), WUNC Display, Demokratisasi Hong Kong.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026
Depositing User: Mr Iwan Ridwan Iwan
Date Deposited: 09 Mar 2026 04:13
Last Modified: 09 Mar 2026 04:13
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82545

Actions (login required)

View Item View Item