Atsal Nazla Abyan, 225020021 (2026) PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PENERAPAN MODEL INQUIRY LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING (Penelitian Eksperimen di Kelas X SMA Pasundan 7 Bandung Tahun Ajaran 2025/2026). Skripsi(S1) thesis, FKIP UNPAS.
|
Text
COVER.pdf Download (232kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (171kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (293kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (275kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (503kB) | Preview |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (473kB) |
||
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
||
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (237kB) |
||
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (253kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berlandaskan pada urgensi pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik sebagai bagian dari tuntutan pembelajaran abad ke-21, tetapi praktik pembelajaran di sekolah masih belum sepenuhnya memberi ruang bagi siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menarik kesimpulan secara logis. Penelitian ini bertujuan membandingkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui model Inquiry Learning dan Discovery Learning pada siswa dengan materi Otoritas Jasa Keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain pretest-posttest two treatment design. Subjek penelitian siswa SMA Pasundan 7 Bandung Tahun Ajaran 2025/2026 terdiri atas kelas X-4 sebagai kelompok Inquiry Learning dan kelas X-2 sebagai kelompok Discovery Learning. Instrumen penelitian berupa tes uraian HOTS (C4-C6) dengan indikator kemampuan berpikir kritis yang dianalisis menggunakan N-Gain, uji Paired Sample Test, dan uji Independent Samples Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas Eksperimen 1 mengalami peningkatan dari rata-rata 70,42 menjadi 81,88 atau sebesar 11,45. Kelas Eksperimen 2 juga mengalami peningkatan dari rata-rata 71,71 menjadi 84,71 atau sebesar 13,00. Hasil uji Paired Sample Test pada kedua kelas menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga masing-masing model terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan. Hasil uji Independent Samples Test menunjukkan nilai signifikansi 0,049 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua model. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis penemuan, khususnya discovery learning, lebih efektif digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kata Kunci: Inquiry Learning, Discovery Learning, Kemampuan Berpikir Kritis
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Akuntansi 2026 |
| Depositing User: | E. Nurhayati Djaroni |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 06:11 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 06:11 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/85249 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
