Putri, Mawar Adelina (2026) ANALISIS FENOMENA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA PERILAKU KONSUMEN (STUDI KASUS LENGKONG NIGHT STREET FOOD). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
DAFTAR PUSTAKA Skripsi Mawar Adelina (222040131).pdf Download (78kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN Skripsi Mawar Adelina (222040131).pdf Download (32kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK Skripsi Mawar Adelina (222040131).pdf Download (19kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI Skripsi Mawar Adelina (222040131).pdf Download (45kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR Skripsi Mawar Adelina (222040131).pdf Download (48kB) | Preview |
|
|
Text
COVER Skripsi Mawar Adelina (222040131).pdf Download (48kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II Skripsi Mawar Adelina (222040131).pdf Download (229kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I Skripsi Mawar Adelina (222040131).pdf Download (285kB) | Preview |
Abstract
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku konsumen Generasi Z dalam menentukan keputusan berkunjung ke destinasi kuliner yang sedang populer di media sosial. Lengkong Night Street Food di Kota Bandung merupakan salah satu kawasan kuliner yang ramai dikunjungi karena viral di berbagai platform media sosial. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keputusan berkunjung tidak hanya didasarkan pada kebutuhan untuk mengonsumsi makanan, tetapi juga dipengaruhi oleh keinginan mengikuti tren dan memperoleh pengalaman yang dapat dibagikan kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena FOMO pada konsumen Generasi Z di Lengkong Night Street Food, mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu munculnya FOMO, memahami pengalaman subjektif konsumen dalam memaknai FOMO, serta menganalisis bentuk perilaku konsumen yang muncul sebelum, selama, dan setelah berkunjung. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Informan penelitian terdiri atas enam orang konsumen Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang dilakukan secara daring melalui Zoom dan WhatsApp. Analisis penelitian menggunakan teori Stimulus-Organism- Response (S-O-R) dari Mehrabian dan Russell (1974) dalam Promalessy et al. (2026) serta teori perilaku konsumen dari Kotler et al. (2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO tidak hanya dimaknai sebagai rasa takut tertinggal, tetapi juga sebagai rasa ingin tahu terhadap tren kuliner yang sedang viral. Munculnya FOMO dipengaruhi oleh konten di TikTok dan Instagram, rekomendasi teman, bukti sosial digital, serta percakapan sehari-hari. FOMO kemudian tercermin dalam perilaku konsumen melalui pencarian informasi sebelum berkunjung, kegiatan mendokumentasikan pengalaman selama berada di lokasi, serta membagikan pengalaman dan memberikan rekomendasi setelah kunjungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FOMO berperan dalam membentuk perilaku konsumen Generasi Z pada destinasi kuliner yang berkembang melalui viralitas media sosial. Kata Kunci: Fear of Missing Out (FOMO), Perilaku Konsumen, Generasi Z, Lengkong Night Street Food, Model S-O-R
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Bisnis 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 02:17 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 02:17 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84426 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
