Fauzia, Alvi (2026) FENOMENA QUARTER-LIFE CRISIS SEBAGAI KEGELISAHAN MASA DEPAN DI KALANGAN GENERASI Z. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
01_Cover.pdf Download (206kB) | Preview |
|
|
Text
04_Kata_Pengantar.pdf Download (154kB) | Preview |
|
|
Text
02_Lembar_Pengesahan.pdf Download (192kB) | Preview |
|
|
Text
03_Abstrak.pdf Download (168kB) | Preview |
|
|
Text
05_Daftar_Isi.pdf Download (161kB) | Preview |
|
|
Text
09_Bab_1.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
10_Bab_2.pdf Download (305kB) | Preview |
|
|
Text
14_Daftar_Pustaka.pdf Download (73kB) | Preview |
Abstract
Fenomena quarter-life crisis menjadi salah satu isu yang semakin relevan di kalangan Generasi Z dalam menghadapi kegelisahan masa depan. Masa transisi dari remaja menuju dewasa awal seringkali diwarnai dengan ketidakpastian terkait karier, hubungan, serta pencarian identitas diri. Kondisi ini diperparah oleh tekanan sosial, ekspektasi lingkungan, serta paparan media digital yang mendorong perbandingan sosial secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana motif, tindakan, dan makna yang terbentuk dalam pengalaman quarter-life crisis pada Generasi Z di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif fenomenologis, yang berfokus pada pengalaman subjektif individu. Teori fenomenologi Alfred Schutz digunakan sebagai landasan analisis untuk memahami motif karena (because motives) yang berkaitan dengan pengalaman masa lalu, serta motif untuk (in order to motives) yang berkaitan dengan tujuan masa depan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap informan Generasi Z yang mengalami quarter-life crisis, serta didukung oleh informan ahli. Data kemudian dianalisis melalui proses reduksi, kategorisasi, dan interpretasi untuk menemukan pola makna yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif munculnya quarter- life crisis disebabkan oleh pengalaman kegagalan, tekanan keluarga, serta perbandingan sosial, yang kemudian membentuk kegelisahan tentang masa depan. Tindakan yang dilakukan individu dalam menghadapi kondisi tersebut beragam mulai dari refleksi diri, mencari dukungan sosial, hingga respons yang bersifat menghindar. Sementara itu, makna yang terbentuk menunjukkan bahwa quarter-life crisis dimaknai sebagai fase krisis serta sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pencarian jati diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa quarter-life crisis merupakan fenomena sosial psikologis yang disebabkan oleh faktor internal individu serta dinamika sosial di sekitarnya. Melalui pemahaman terhadap motif, tindakan, dan makna, fenomena ini dapat dipahami secara lebih mendalam sebagai bagian dari proses perkembangan Generasi Z dalam menghadapi masa depan. Kata Kunci: Quarter-life crisis, Generasi Z, Fenomenologi, Motif, Tindakan, Makna, Kecemasan Masa Depan
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 07:36 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 07:36 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83852 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
