PRATIWI, ANNISA ZAHRAH INDAHSHANTY (2026) VENTING DIGITAL SEBAGAI PERILAKU KOMUNIKASI GENERASI Z MELALUI CHATGPT (Studi Fenomenologi Perilaku Venting Digital di kalangan Generasi Z Kota Bandung). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
BAB 1.pdf Download (87kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK 3 BAHASA.pdf Download (105kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (255kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (31kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (20kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (124kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (69kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (18kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berjudul "Venting Digital sebagai Perilaku Komunikasi Generasi Z melalui ChatGPT (Studi Fenomenologi Perilaku Venting Digital di Kalangan Generasi Z Kota Bandung)". Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah mengkaji fenomena pergeseran perilaku komunikasi Generasi Z yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, sebagai ruang alternatif untuk berekspresi dan melakukan venting (curhat) digital akibat adanya tekanan sosial serta ketiadaan ruang aman di kehidupan nyata. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Fenomenologi Sosial, atau yang biasa disebut Fenomenologi Alfred Schutz, yang bertujuan untuk membedah pengalaman subjektif pengguna melalui tiga elemen utama: motif, tindakan, dan makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap tujuh informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari lima informan inti Generasi Z, satu informan ahli psikologi, dan satu informan pendukung. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa praktik venting digital digerakkan oleh motif masa lalu (because motive) berupa ketakutan akan penghakiman sosial dan keengganan menjadi beban bagi orang lain, serta motif tujuan (in-order-to motive) untuk mencari validasi emosional yang aman. Tindakan komunikasi diwujudkan melalui pengungkapan diri (self-disclosure) berbasis teks untuk meregulasi emosi, di mana ChatGPT difungsikan sebagai "gladi resik emosional". Berdasarkan temuan tersebut, kesimpulan dari penelitian ini adalah Generasi Z secara subjektif memaknai ChatGPT secara instrumental maupun relasional sebagai "suaka komunikasi" sementara untuk mendapatkan kelegaan emosional, dengan tetap memiliki kesadaran rasional bahwa kecerdasan buatan tidak dapat menggantikan interaksi sosial antarmanusia secara utuh. Kata Kunci: Venting Digital, Generasi Z, ChatGPT, Fenomenologi, Komunikasi Digital.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | Mr Iwan Ridwan Iwan |
| Date Deposited: | 08 May 2026 03:44 |
| Last Modified: | 08 May 2026 03:44 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83096 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
