Makna Warna Pink dan Hijau sebagai Simbol Perjuangan di Media Sosial Analisis Semiotika Bahasa Visual Makna Warna Pink dan Hijau sebagai simbol Perjuangan Sosial dalam Aksi Massa 2025 di Media Sosial.

Malyashilah, Edgina Alfiya (2026) Makna Warna Pink dan Hijau sebagai Simbol Perjuangan di Media Sosial Analisis Semiotika Bahasa Visual Makna Warna Pink dan Hijau sebagai simbol Perjuangan Sosial dalam Aksi Massa 2025 di Media Sosial. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Image
LEMBAR PERSETUJUAN DOSEN.jpeg

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KATA PENGANTAR.pdf

Download (334kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (444kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (82kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 2.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (120kB) | Preview

Abstract

Aksi Massa 2025 tidak hanya berlangsung di ruang publik secara fisik, tetapi juga mengalami perluasan di media sosial sebagai ruang simbolik. Salah satu fenomena yang menonjol adalah penggunaan warna pink dan hijau secara masif dalam berbagai konten visual di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna warna pink dan hijau sebagai simbol perjuangan sosial dalam Aksi Massa 2025 di media sosial menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi konten media sosial dan wawancara mendalam dengan informan yang terdiri dari aktivis aksi massa, kolektif budaya, pengelola akun media sosial, pengguna media sosial, serta akademisi. Analisis data dilakukan melalui kerangka representamen, object, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna pink dan hijau berfungsi sebagai representamen yang efektif dalam bahasa visual media sosial. Pada level object, warna tersebut merepresentasikan perjuangan sosial, solidaritas warga, dan kritik terhadap kebijakan negara. Sementara pada level interpretant, warna pink dan hijau dimaknai secara beragam oleh audiens, mulai dari simbol perlawanan, empati, hingga bentuk partisipasi sosial berisiko rendah di ruang digital. Penelitian ini menemukan bahwa keberagaman interpretasi justru memperkuat peran warna sebagai simbol perjuangan yang dinamis dan terus dinegosiasikan di media sosial. Kata kunci: semiotika, warna, media sosial, aksi massa, Charles Sanders Peirce

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026
Depositing User: Mr Iwan Ridwan Iwan
Date Deposited: 17 Apr 2026 08:10
Last Modified: 17 Apr 2026 08:10
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/82709

Actions (login required)

View Item View Item