EVALUASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA KOTA BANDUNG TAHUN 2015

SUCI INDAH WATI, 122010001 (2016) EVALUASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA KOTA BANDUNG TAHUN 2015. Skripsi(S1) thesis, PERPUSTAKAAN.

[img] Text
COVER Revisi.docx

Download (40kB)
[img]
Preview
Text
ABSTRACT.pdf

Download (86kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (338kB) | Preview
[img] Text
BAB II.docx

Download (51kB)

Abstract

Ibadah haji adalah sebuah fenomena keagaamaan yang luar biasa, peristiwa akbar yang ditunjukkan oleh Sang Pencipta kepada seluruh hamba-Nya. Dalam ibadah haji tidak ada perbedaan antara kasta dan suku bangsa, tidak ada diksriminasi jenis kelamin, bahkan perbedaan warna kulit. Ibadah haji merupakan rukun islam yang kelima yang dilaksanakan disebuah tanah yang suci dimana Allah SWT memberikan sebuah tempat bagi orang-orang muslim untuk melaksanakan tawaf dan beribadah lainya. Sejak tahun 1949 pemerintah Indonesia mulai melakukan pemberangkatan perdana jamaah haji Indonesia ke tanah suci. Mengingat pelaksana haji bersifat massal, berlangsung dalam jangka waktu panjang (kontinyu/ terus-menerus) dan penyelenggaraan haji memerlukan manajemen yang baik serta melibatkan urusan publik, maka pemerintah harus mampu mempertanggung jawabkan secara transparan kepada publik (masyarakat). Maka dari itu, pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama Pusat memberikan kewenangan kepada Kementrian Agama Kabupaten/Kota untuk mengurusi pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji diwilayahnya, salah satu di antaranya adalah di Kota Bandung. Namun seiring perjalanannya pada tahun 2010-2015, masih sering ditemukan masalah yang menyelimuti pelaksanaan ibadah haji di kota Bandung, salah satunya yaitu, masalah pada pelayanan administrasi dan dokumen pembuatan paspor haji, tidak lengkapnya adminstrasi calon jamaah sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam pengiriman ke proses imigrasi. Untuk itu peneliti mengangkat penelitian tentang evaluasi penyelenggaraan ibadah haji kota Bandung tahun 2010 hingga 2015. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskirptif kaulitatif yang menggunakan teknik wawancara dan pengambilan dokumentasi berupa data atau laporan tertulis. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa,kegiatan penyelenggaraan ibadah haji yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Kota Bandung belum berjalan maksimal sepenuhnya dari tahun ke tahunn. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kriteria evaluasi, ada beberapa poin menunjukkan bahwa kinerja dari seksi haji kementerian agama kota Bandung belum maksimal, yaitu yang pertama kriteria pada kecukupan, diukur berdasarkan pemecahan permasalahan administrasi pembuatan paspor yang masih belum maksimal. Yang kedua pada kriteria perataan yang menunjukkan bahwa masih ada jamaah haji yang sulit untuk mendapatkan informasi itu artinya kurangnya sosialiasasi seksi penyelenggara haji kepada calon jamaah haji

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Negara 2016
Depositing User: Irawan Whibiksana
Date Deposited: 01 Sep 2016 15:54
Last Modified: 01 Sep 2016 15:54
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/9887

Actions (login required)

View Item View Item