Pola Komunikasi Hubungan Taaruf di Lingkungan Masjid Salman ITB

Faisal Muhammad Syahri Alwi, 132050215 (2018) Pola Komunikasi Hubungan Taaruf di Lingkungan Masjid Salman ITB. Skripsi(S1) thesis, PERPUSTAKAAN.

[img] Text
6. BAB I.docx

Download (22kB)
[img] Text
9. BAB IV.docx

Download (59kB)
[img] Text
8. BAB III.docx

Download (81kB)
[img] Text
10. BAB V.docx

Download (21kB)
[img] Text
7. BAB II.docx

Download (76kB)
[img] Text
11. Daftar Pustaka.docx

Download (20kB)
[img] Text
1. Cover.docx

Download (90kB)
[img] Text
4. Abstrak + Kata pengantar.docx

Download (33kB)
[img] Text
2. LEMBAR PENGESAHAN beres.docx

Download (243kB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “POLA KOMUNIKASI HUBUNGAN TAARUF DI LINGKUNGAN MASJID SALMAN ITB”. Tujuan dan kegunaan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi hubungan ta’aruf di lingkungan masjid Salman ITB Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis kualitatif. Landasan teori yang digunakan adalah Social Penetration Theory dari Irwin Altman & Dalmas Taylor (1973). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini, kondisi tahap orientasi pada hubungan Ta’aruf: Tidak memberikan informasi umum ketika awal bertemu, namun memberikan informasi khusus yang berkaitan dengan keberlangsungan hubungan tersebut melalui pertukaran biodata/CV. kondisi tahap perluasan pertukaran hubungan afektif dalam hubungan ta’aruf, terjadi spontanitas dalam berkomunikasi, namun spontanitas itu terjadi dikarenakan informan menutup diri dari komunikasi yang tidak cukup penting. Perasaan untuk mengakhiri hubungan terjadi, namun adapula tidak terjadinya perasaan tersebut karena informan tidak membuka diri secara personal dari awal hubungan, namun focus pada proses hubungan Ta’aruf dengan memegang teguh prinsip Batasan interaksi. kondisi tahap pertukaran afektif dalam hubungan ta’aruf, adanya pemberian perhatian dengan berbagai cara. Baik langsung disampaikan kepada pasangan, maupun secara tidak langsung dilakukan kepada pasangan. Tidak memberikan perhatian karena lebih menjaga hati dan diri sebelum nikah. Keuntungan yang didapat antara lain adalah dapat lebih mengenal pasangan Ta’aruf dan keluarganya, serta alur komunikasi yang lebih baik dengan dua belah pihak keluarga. kondisi dalam tahap pertukaran stabil dalam hubungan ta’aruf, Kejujuran secara formal terjadi, namun keintiman terjadi setelah menikah. System komunikasi personal tidak terbangun, karena adanya fungsi fasilitator sebagai mediator. Simpulan secara keseluruhan pola komunikasi hubungan ta’aruf menjadi hubungan pranikah yang ideal untuk menjaga diri dari batasan syari’ah. Saran yang ingin disampaikan peneliti kepada praktisi hubungan ta’aruf adalah supaya dapat menjaga niat yang mulia dalam hubungan ta’aruf dengan tidak mencampuri hubungan tersebut dengan nafsu dan niat yang salah, serta untuk dapat menjaga komunikasi dengan baik dan jelas melalui perantara. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2018
Depositing User: ms Maoudy Nuraeni -uh
Date Deposited: 27 Feb 2018 05:59
Last Modified: 27 Feb 2018 05:59
URI: http://repository.unpas.ac.id/id/eprint/33627

Actions (login required)

View Item View Item