Gustiani, : Yeni (2026) MODEL IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) DALAM PROGRAM TRANSFORMASI KESEHATAN DI PUSKESMAS CIKONDANG, KECAMATAN BOJONGPICUNG, KABUPATEN CIANJUR. Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
Yeni 248010027.pdf Download (258kB) | Preview |
Abstract
Transformasi sistem kesehatan Indonesia menempatkan penguatan pelayanan kesehatan primer sebagai pilar strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) diarahkan untuk mengorganisasikan pelayanan dasar berdasarkan siklus hidup, memperkuat jejaring layanan dari Puskesmas hingga Posyandu, dan meningkatkan pemantauan wilayah melalui pemanfaatan data kesehatan. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan ILP di Puskesmas Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur; mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat; serta merumuskan model implementasi yang kontekstual dan adaptif. Naskah menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan kerangka implementasi Van Meter dan Van Horn yang mencakup standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, karakteristik organisasi pelaksana, komunikasi antarorganisasi, disposisi pelaksana, serta lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Bahan penelitian yang disajikan dalam naskah meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi; rincian transkrip dan kutipan wawancara tidak disertakan dalam bahan yang diterima sehingga temuan dipaparkan pada tingkat sintesis sebagaimana tertulis dalam naskah sumber. Uraian menunjukkan bahwa implementasi ILP di Puskesmas Cikondang masih berada dalam tahap transisi. Tantangan utama mencakup keterbatasan dan distribusi sumber daya manusia kesehatan, beban pencatatan digital kader, integrasi sistem informasi dan konektivitas, koordinasi lintas sektor, serta kebutuhan pedoman operasional 1 lokal. Artikel mengusulkan Model Implementasi ILP Kontekstual-Adaptif yang menghubungkan enam dimensi implementasi dengan penguatan klaster layanan, jejaring berjenjang, pendampingan digital, kepemimpinan perubahan, koordinasi lintas sektor, dan advokasi regulasi. Model ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi pengelola Puskesmas dan pemerintah daerah dalam memperkuat layanan primer sesuai kondisi wilayah
| Item Type: | Thesis (Thesis(S2)) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > S2-Administrasi dan Kebijakan Publik 2026 |
| Depositing User: | Mr soeryana soeryana |
| Date Deposited: | 17 Oct 2026 07:05 |
| Last Modified: | 17 Oct 2026 07:05 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/85543 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
