PERENCANAAN SISTEM PENGUMPULAN SAMPAH ORGANIK DARI SUMBER SAMPAH KE RUMAH MAGGOT KELURAHAN MENGGER KOTA BANDUNG

Fadhlan, Muhammad Razqia (2026) PERENCANAAN SISTEM PENGUMPULAN SAMPAH ORGANIK DARI SUMBER SAMPAH KE RUMAH MAGGOT KELURAHAN MENGGER KOTA BANDUNG. Skripsi(S1) thesis, Universitas Pasundan.

[img]
Preview
Text
Muhammad Razqia Fadhlan_193050008_Teknik Lingkungan.pdf

Download (14MB) | Preview

Abstract

Pengumpulan sampah merupakan salah satu hal terpenting dalam sistem pengelolaan sampah. Permasalahan dalam sistem pengumpulan sekarang yaitu bahwa terdapatnya sistem pengangkutan sampah dari kota atau desa ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) akan tetapi sistem pengumpulan sampah yang dilakukan sebelum diangkut oleh UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) ke TPA masih kurang memadai, bahkan tidak dilaksanakan. Dalam Tugas Akhir ini, perencanaan sistem pengumpulan sampah tertuju pada sistem pengumpulan sampah organik dari sumber yang akan diproses ke rumah maggot. Rumah maggot ini terletak pada Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul. Saat dilakukan survey, ditemukan bahwa belum ada sistem pengumpulan sampah yang tertuju pada sampah organik saja dari wilayah pelayanan, beserta pula tidak ada kegiatan terkait mengangkut atau mengantarkan sampah organik dari sumber ke rumah maggot. Pada saat dilakukan sampling terhadap sampah organik yang dapat dihasilkan oleh warga dalam wilayah perencanaan, ditemukan bahwa rata-rata berat timbulan sampah organik mencapai angka 0,334 kg/orang/hari dengan volume timbulan 0,736 liter/orang/hari. Hasil dari perhitungan timbulan sampah organik berdasarkan angka timbulan organik dan jumlah proyeksi penduduk dari tahun 2025 s/d tahun 2034 menunjukkan bahwa pada tahun 2034 warga dalam wilayah perencanaan berpotensi akan menghasilkan sampah organik setiap hari dengan berat 2973,2 kg/hari dan volume 6412,5 liter/hari. Tugas akhir ini bertujuan merencanakan sistem pengumpulan sampah organik dari sumber menuju rumah maggot dengan mempertimbangkan timbulan sampah, pola pengumpulan, kebutuhan wadah, jumlah petugas, serta sarana pengumpulan dan pengangkutan yang tersedia. Untuk wilayah permukiman padat direncanakan pengumpulan dengan pola komunal tidak langsung, sedangkan pada wilayah komplek perumahan direncanakan pengumpulan dengan pola individual tidak langsung. Perencanaan wadah sampah organik dilakukan dengan menghitung jumlah wadah yang dibutuhkan untuk mengumpulkan sampah organik dari warga yang tinggal pada permukiman padat. wadah komunal tersebut mayoritas ditempatkan dekat dengan mulut-mulut gang di wilayah tersebut supaya tidak memenuhi jalan gang yang sempit. Sarana pengumpulan dan pengangkutan sampah organik digunakan sarana yang ada, yaitu gerobak sampah untuk pengumpulan organik dan triseda untuk pengangkutan organik ke Rumah Maggot. Berdasarkan perencanaan, ditemukan bahwa mayoritas sampah organik yang dihasilkan warga di wilayah perencanaan dapat terlayani secara 100% dan diangkut dengan sarana dan petugas eksisting, dengan dilakukan modifikasi terhadap salah satu triseda dan penambahan anggota petugas sampah. Kata kunci: proyeksi penduduk, Rumah Maggot, sampah organik, sistem pengumpulan sampah, timbulan sampah

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan 2026
Depositing User: Irwan Kustiawan Kosasih
Date Deposited: 15 Oct 2026 04:23
Last Modified: 15 Oct 2026 04:23
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/85454

Actions (login required)

View Item View Item