Mujadi, Humaira Syafaira (2026) ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI PENGADUAN MULTI-KANAL MENGGUNAKAN METODE STRUCTURED SYSTEMS ANALYSIS AND DESIGN METHOD (SSADM). Skripsi(S1) thesis, Universitas Pasundan.
|
Text
Laporan TA_223040107.pdf Download (4MB) | Preview |
Abstract
Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Ciptabintar) Kota Bandung mengelola pengaduan masyarakat melalui berbagai saluran (SP4N-LAPOR!, media sosial, dan Mal Pelayanan Publik) yang belum terintegrasi dalam satu basis data terpusat. Pencatatan, distribusi, dan pelaporan pengaduan masih sebagian besar dilakukan secara konvensional melalui Google Spreadsheet, sekretariat, dan disposisi fisik, sehingga berpotensi menimbulkan data tercecer, keterlambatan proses, duplikasi data, serta kesalahan distribusi laporan akibat human error. Ketiadaan dokumen analisis kebutuhan dan alternatif sistem menjadi hambatan tersendiri dalam merancang solusi yang tepat sasaran bagi permasalahan tersebut. Penelitian ini disusun menggunakan pendekatan Structured Systems Analysis and Design Method (SSADM) pada Stage 1 (Investigation of Current System) dan Stage 2 (Business System Options). Tahapan pengerjaan diawali dengan investigasi sistem berjalan dan perumusan masalah melalui analisis sebab-akibat, dilanjutkan dengan penyusunan Requirements Catalogue berisi empat kebutuhan fungsional (F-01–F-04) dan dua kebutuhan non-fungsional (NF-01–NF-02). Berdasarkan katalog tersebut, dirumuskan tiga alternatif Business System Option (BSO), yaitu Otomasi Dasar, Integrasi Terpadu, dan Digital Penuh, dengan cakupan fitur yang sama namun tingkat kompleksitas teknis berbeda. Estimasi ukuran dan usaha pengembangan dihitung dengan metode Mk II Function Point Analysis berdasarkan identifikasi input, output, dan entitas data (Ni, No, Ne) pada setiap elementary process, dilanjutkan dengan Cost Benefit Analysis dan Impact Analysis pada setiap alternatif, sebelum divalidasi bersama pengguna sistem di Dinas Ciptabintar. Hasil penelitian menunjukkan Unadjusted Function Point (UFP) sebesar 54,84 yang berlaku untuk seluruh alternatif, dengan Technical Complexity Factor (TCF) bervariasi 0,67–0,93 antar- alternatif. Estimasi biaya pengembangan berkisar Rp32.666.689–Rp44.096.648 dengan waktu pengembangan 13,46–15,85 minggu. Berdasarkan validasi pengguna, Alternatif Digital Penuh dipilih sebagai alternatif yang paling sesuai, dengan syarat perancangan antarmuka yang sederhana dan minim form pengisian. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penyusunan BSO perlu memperhatikan ketepatan identifikasi input, output, dan entitas data, pemeriksaan duplikasi data dan proses, serta konsistensi antar model. Business System usulan yang dihasilkan menjadi acuan awal bagi Dinas Ciptabintar dalam tahap perancangan sistem pengelolaan pengaduan masyarakat yang terintegrasi. Kata Kunci: Business System, Business System Option, SSADM, Function Point Analysis, Technical Complexity Factor, Cost Benefit Analysis, sistem pengaduan masyarakat, SIPETRUK
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Informatika 2026 |
| Depositing User: | Irwan Kustiawan Kosasih |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 04:05 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 04:05 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/85448 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
