AZARIA DOHONG, ALMERVELDY (2026) RUMAH SAKIT DAN DOKTER ATAS KESALAHAN REKOMENDASI MEDIS PADA REKAM MEDIS ELEKTRONIK YANG TERINTEGRASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE. Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
Almerveldy Azaria Dohong - 228040091.pdf Download (350kB) | Preview |
Abstract
Perkembangan teknologi digital dalam bidang kesehatan telah mendorong transformasi pelayanan medis melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi dengan Artificial Intelligence (AI) sebagai Sistem Pendukung Keputusan Klinis. Pemanfaatan AI memberikan manfaat dalam membantu tenaga medis melakukan analisis data kesehatan dan menghasilkan rekomendasi medis, namun juga menimbulkan persoalan hukum apabila rekomendasi yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi pasien dan menyebabkan kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab hukum rumah sakit dan dokter atas kesalahan rekomendasi medis yang dihasilkan melalui sistem berbasis Artificial Intelligence serta mengkaji konstruksi pertanggungjawaban hukum dalam pelayanan kesehatan digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Analisis dilakukan terhadap berbagai regulasi terkait, yaitu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI tidak dapat diposisikan sebagai subjek hukum yang memiliki tanggung jawab mandiri, sehingga pertanggungjawaban harus dianalisis berdasarkan peran masing-masing pihak. Dokter tetap memiliki tanggung jawab profesional terhadap keputusan klinis yang diambil, sedangkan rumah sakit memiliki tanggung jawab institusional terhadap tata kelola, keamanan, dan pengawasan penggunaan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan model pertanggungjawaban bersama (shared responsibility) untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan pasien dalam penggunaan AI pada pelayanan kesehatan.
| Item Type: | Thesis (Thesis(S2)) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > S2-Ilmu Hukum 2026 |
| Depositing User: | Mr soeryana soeryana |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 02:26 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 02:26 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/85032 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
