Rifky, Muhammad (2026) EFEKTIVITAS DIPLOMASI INDONESIA DENGAN CHINA DALAM GREEN BELT AND ROAD INNITIATIVE DALAM MENJEMBATANI KESENJANGAN HIJAU. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (261kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (157kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (230kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (287kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN TANDA TANGAN.pdf Download (187kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf Download (398kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (355kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (440kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi krisis iklim global yang mengancam Indonesia sebagai negara kepulauan dengan 42 juta penduduk pesisir rentan banjir rob pada 2050 dan potensi kerugian ekonomi 5,5% PDB. Untuk memenuhi target NDC, Indonesia membutuhkan pendanaan US$5,7 miliar per tahun hingga 2030. China hadir sebagai mitra strategis melalui transformasi BRI menjadi Green BRI sejak 2017, menawarkan platform pembangunan rendah karbon. Namun, hubungan asimetris menciptakan paradoks antara kebutuhan investasi dan risiko ketergantungan. Kesenjangan antara retorika hijau China dan realitas implementasi di tingkat proyek menjadi permasalahan utama yang mendorong penelitian ini untuk mengkaji efektivitas diplomasi Indonesia dalam menjembatani kesenjangan tersebut pada periode 2020–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan telaah dokumen kebijakan, nota kesepahaman, laporan proyek, serta pernyataan resmi pemerintah Indonesia dan China. Sumber data mencakup kebijakan Green BRI, laporan BRIGC, AIIB, UNFCCC, dan kajian akademik periode 2020–2025. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan memadukan analisis kebijakan dan kerangka multi-level governance. Penelitian menemukan bahwa diplomasi Indonesia berlangsung aktif melalui tiga instrumen: diplomasi bilateral tingkat tinggi (Joint Statement on Climate Change 2022), diplomasi teknis sektoral (JCEC, JCST), dan diplomasi tingkat proyek dengan klausul lingkungan mengikat. Keberhasilan tercermin dari komitmen pembiayaan hijau China US$9,3 miliar (56% untuk EBT), PLTS Cirata 192 MWp (pengurangan emisi 214.000 ton CO2/tahun, serap 1.400 tenaga kerja lokal), KCJB (transfer teknologi ke 513 tenaga kerja), serta investasi ekosistem EV dan baterai lithium di Morowali dan Halmahera. Namun, efektivitas terhambat kesenjangan struktural: 86% investasi energi China masih ke sektor fosil, 93 PLTU 7 captive untuk smelter nikel, safeguards ESG bank kebijakan China lemah (turun dari 57% ke 21%), dan kontradiksi kebijakan domestik (PP 40/2025 menurunkan target EBT). Posisi tawar Indonesia juga lemah akibat ketergantungan investasi asing (US$ 146 miliar/tahun), dominasi China 75% kapasitas pemurnian nikel, dan risiko utang KCJB (rugi Rp4,19 triliun). Penelitian menyimpulkan keberhasilan jangka panjang diplomasi Indonesia bergantung pada penguatan regulasi domestik, harmonisasi standar, peningkatan kapasitas negosiasi, dan diversifikasi mitra investasi hijau. Kata Kunci: Diplomasi Iklim, Green Belt and Road Initiative, Efektivitas Diplomasi, Kesenjangan Implementasi, Indonesia-China.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 08:34 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 08:34 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84617 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
