Isnaeni, Yurifka Naza (2026) ADVOKASI GREENPEACE TERHADAP ISU PERTAMBANGAN NIKEL DI RAJA AMPAT. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
08_Kata_Pengantar.pdf Download (130kB) | Preview |
|
|
Text
04_Lembar_Pengesahan Yurifkaa.pdf Download (120kB) | Preview |
|
|
Text
07_Abstract_Bahasa_Inggris.pdf Download (202kB) | Preview |
|
|
Text
01_Halaman_Sampul.pdf Download (195kB) | Preview |
|
|
Text
06_Abstrak_Bahasa_Indonesia.pdf Download (106kB) | Preview |
|
|
Text
18_Daftar_Pustaka.pdf Download (239kB) | Preview |
|
|
Text
09_Daftar_Isi.pdf Download (599kB) | Preview |
|
|
Text
08b_Abstrak_Bahasa_Sunda.pdf Download (165kB) | Preview |
|
|
Text
14_BAB_II_Tinjauan_Pustaka.pdf Download (206kB) | Preview |
|
|
Text
13_BAB_I_Pendahuluan.pdf Download (448kB) | Preview |
Abstract
Meningkatnya permintaan nikel global untuk baterai kendaraan listrik mendorong perluasan tambang nikel ke kawasan konservasi bernilai ekologis tinggi seperti Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang berstatus UNESCO Global Geopark dan pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Aktivitas ini mengancam hutan, memicu sedimentasi, dan merusak terumbu karang, sekaligus memunculkan pertentangan antara kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Greenpeace aktif melakukan advokasi transnasional atas isu ini, namun kajian akademik yang membahasnya secara khusus masih terbatas. Penelitian ini mengisi kekosongan tersebut dengan menganalisis peran aktor non-negara dalam tata kelola lingkungan di Raja Ampat periode 2023-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi dokumen berupa jurnal ilmiah, publikasi Greenpeace, dokumen pemerintah, pernyataan organisasi internasional, dan pemberitaan media. Data dianalisis secara tematik menggunakan kerangka Transnational Advocacy Networks (TAN) dari Keck dan Sikkink untuk mengidentifikasi pola advokasi dan relasi antaraktor. Hasil penelitian menunjukkan Raja Ampat menghadapi tekanan tambang serius meski berstatus kawasan konservasi dunia. Greenpeace berperan sebagai penyedia informasi, pembentuk opini publik, penghubung isu lokal-global, dan pengawas komitmen pemerintah, melalui information, symbolic, leverage, dan accountability politics dalam pola boomerang. Strategi ini mengangkat isu Raja Ampat ke tingkat internasional dan mendorong pencabutan empat dari lima izin tambang pada Juni 2025, meski advokasi ini masih menghadapi kesenjangan keterwakilan di kalangan masyarakat adat, khususnya Suku Kawei. Penelitian ini menyimpulkan bahwa advokasi transnasional Greenpeace efektif mendorong perubahan kebijakan secara cepat, tetapi tidak sepenuhnya mencerminkan keterwakilan masyarakat lokal. Advokasi transnasional yang efektif membutuhkan keselarasan antara tekanan internasional, konsistensi kebijakan negara, dan partisipasi bermakna masyarakat akar rumput. Kata kunci: Greenpeace, pertambangan nikel, Raja Ampat, Transnational Advocacy Networks, tata kelola lingkungan hidup.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 07:19 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 07:19 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84615 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
