Pandu Munaadiyullah Asy-Syauqi, Muhammad (2026) KARAKTERISTIK SORPSI AIR BERAS SOSOH VARIETAS CIHERANG PADA ZONA AKTIVITAS AIR PENYIMPANAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP ESTIMASI KADAR AIR KESETIMBANGAN UNTUK PENYIMPANAN DI GUDANG BULOG. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Teknik Unpas.
|
Text
TUGAS AKHIR_MUHAMMAD PANDU_223020029_Teknologi Pangan.pdf Download (3MB) | Preview |
Abstract
Beras sosoh varietas Ciherang merupakan komoditas dominan pengadaan Perum BULOG di Jawa Barat, namun data karakteristik sorpsi air spesifik varietas ini pada zona penyimpanan gudang masih terbatas, padahal kadar air kesetimbangan (Equilibrium Moisture Content/EMC) lebih representatif dibanding kadar air aktual dalam menggambarkan risiko penurunan mutu selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi kurva sorpsi air (absorpsi dan desorpsi) beras sosoh Ciherang pada rentang aktivitas air (Aw) 0,50–0,80 suhu 30°C, menentukan model isoterm terbaik antara GAB dan Oswin, serta mengestimasi EMC pada rentang kelembapan relatif (RH) aktual gudang BULOG. Sampel dipreparasi pada 10 taraf kadar air target (6–18%) dengan 2 ulangan untuk masing-masing lintasan sorpsi, kemudian nilai Aw dan EMC dianalisis menggunakan regresi nonlinear Levenberg- Marquardt. Hasil penelitian menunjukkan pola karakteristik isoterm sigmoid Tipe II pada zona Aw menengah–tinggi yang dikaji, dengan EMC meningkat dari 7,1 %bk (Aw 0,54) hingga 19,6 %bk (Aw 0,80) pada absorpsi, dan dari 5,7 %bk (Aw 0,53) hingga 21,5 %bk (Aw 0,80) pada desorpsi. Model isoterm Oswin dipilih sebagai model terbaik karena memenuhi kriteria Mean Relative Deviation (MRD) < 10% pada kedua lintasan (absorpsi 6,04%; desorpsi 9,74%) dengan parameter yang stabil secara fisik, sementara model GAB tidak memenuhi kriteria validasi pada lintasan absorpsi (MRD 11,27%), dan meskipun MRD desorpsi memenuhi kriteria, parameter kadar air monolayer yang dihasilkan (M0 = 178,13 %bk) tidak realistis secara fisik akibat tidak tersedianya data pada zona monolayer. Fenomena histeresis teridentifikasi di seluruh rentang Aw yang dikaji, dengan ΔEMC meningkat monoton dari +1,03 %bk hingga +3,56 %bk dan luas area histeresis 0,51 %bk. Estimasi EMC menunjukkan beras Ciherang aman pada RH ≤70% (EMC absorpsi 11,91 %bk; desorpsi 14,00 %bk), namun pada RH 75% EMC lintasan desorpsi (16,95 %bk) telah melampaui batas SNI 6128:2020 (16,28 %bk), dan pada RH 80% kedua lintasan telah melampaui batas tersebut. Riwayat kadar air beras (absorpsi vs desorpsi) terbukti memengaruhi EMC kesetimbangan secara konsisten pada RH gudang kritis. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar ilmiah berbasis varietas untuk mendukung pengembangan sistem peringatan dini kualitas beras di gudang BULOG. Kata kunci: beras sosoh Ciherang, moisture sorption isotherm, equilibrium moisture content, histeresis, model Oswin, gudang BULOG
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Pangan 2026 |
| Depositing User: | Irwan Kustiawan Kosasih |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 04:00 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 04:00 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84589 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
