KARAKTERISTIK SORPSI AIR BERAS SOSOH VAR IETAS INPARI 32 PADA ZONA AKTIVITAS AIR PENYIMPANAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP ESTIMASI KADAR AIR KESETIMBANGAN UNTUK PENYIMPANAN DI GUDANG BULOG

Virgie Ambiya Munajat, Muhammad (2026) KARAKTERISTIK SORPSI AIR BERAS SOSOH VAR IETAS INPARI 32 PADA ZONA AKTIVITAS AIR PENYIMPANAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP ESTIMASI KADAR AIR KESETIMBANGAN UNTUK PENYIMPANAN DI GUDANG BULOG. Skripsi(S1) thesis, Fakultas Teknik Unpas.

[img]
Preview
Text
MUHAMMAD VIRGIE AMBIYA MUNAJAT_223020005_TP.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Beras merupakan bahan pangan higroskopis yang dapat mengalami perubahan kadar air selama penyimpanan akibat interaksi dengan kelembapan udara di sekitarnya. Perubahan tersebut memengaruhi mutu fisik, kimia, dan mikrobiologis sehingga diperlukan informasi mengenai karakteristik sorpsi air untuk mendukung pengelolaan penyimpanan. Hubungan antara aktivitas air (water activity/aw) dan kadar air kesetimbangan (Equilibrium Moisture Content/EMC) dijelaskan melalui kurva Moisture Sorption Isotherm (MSI). Penelitian ini bertujuan memodelkan kurva Absorpsi dan desorpsi sorpsi air beras sosoh varietas Inpari 32 pada zona aktivitas air penyimpanan (aw 0,50–0,80) suhu 30°C menggunakan metode langsung berbasis aw meter, menentukan model matematika terbaik antara Guggenheim–Anderson–de Boer (GAB) dan Oswin berdasarkan nilai koefisien determinasi (R2) dan Mean Relative Deviation (MRD), mengestimasi EMC pada rentang kelembapan relatif (RH) aktual gudang BULOG, serta mengevaluasi karakteristik histeresis. Data hasil pengukuran dimodelkan menggunakan persamaan GAB dan Oswin, kemudian dievaluasi berdasarkan nilai R2 dan MRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurva Absorpsi dan desorpsi mengikuti pola isoterm sorpsi sigmoid tipe II dengan fenomena histeresis. Model Oswin dipilih sebagai model terbaik berdasarkan evaluasi nilai R2, MRD, dan kewajaran parameter fisik, dengan nilai R2 sebesar 0,9504 dan MRD sebesar 6,24% pada Absorpsi, serta R2 sebesar 0,9707 dan MRD sebesar 6,55% pada desorpsi. Estimasi EMC menunjukkan bahwa RH 70% masih berada pada zona aman penyimpanan, RH 75% merupakan ambang kewaspadaan, sedangkan RH 80% telah melampaui batas aman kadar air menurut SNI 6128:2020 sehingga berpotensi meningkatkan risiko penurunan mutu beras selama penyimpanan. Nilai EMC lintasan desorpsi lebih tinggi dibandingkan Absorpsi dengan ΔEMC sebesar 0,60–3,45% bk, menunjukkan pengaruh riwayat kadar air terhadap kadar air kesetimbangan. Kata kunci: Moisture Sorption Isotherm, beras sosoh Inpari 32, aktivitas air, Equilibrium Moisture Content, Oswin, histeresis.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Pangan 2026
Depositing User: Irwan Kustiawan Kosasih
Date Deposited: 20 Aug 2026 03:50
Last Modified: 20 Aug 2026 03:50
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84586

Actions (login required)

View Item View Item