Triestanto, Alexander (2026) KETERKAITAN ANTARA RAHASIA JABATAN NOTARIS DENGAN TANGGUNG JAWAB NOTARIS SEBAGAI PELAPOR TRANSAKSI KEUANGAN MENCURIGAKAN MELALUI APLIKASI goAML. Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
Alexander_Triestanto.pdf Download (162kB) | Preview |
Abstract
Notaris dalam melaksanakan jabatannya dapat terseret dalam kasus tindak pidana pencucian uang. Sebagai pihak pelapor dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, notaris agar tidak terseret dalam tindak pidana pencucian uang maka wajib melaporkan transaksi keuangan mencurigakan melalui aplikasi goAML. Namun notaris dalam menjalankan jabatannya berkewajiban untuk merahasiakan segala keterangan, data dan dokumen, para pihak yang digunakan dalam pembuatan akta notaris yang ditentukan oleh Undang-Undnag Jabatan Notaris dan Kode Etik Notaris.Kewajiban kerahasian notaris terkait dengan hak ingkar yaitu hak untuk menolak, memberi keterangan tentang sesuatu rahasia yang berkaitan dengan jabatan notaris. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara rahasia jabatan notaris dan tanggung jawabnya sebagai pihak pelapor transaksi keuangan mencurigakan serta perlindungan hukum bagi notaris. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian yuridis normatif. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dalam (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Jenisdata yang digunakan adalah data sekunder dengan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat keterkaitan antara rahasia jabatan notaris dan tanggung jawab notaris sebagai pihak pelapor transaksi keuangan mencurigakan. Notaris sebagai pejabat publik harus tunduk pada peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU PPTPPU) yang menetapkan notaris sebagai pihak pelapor. Perlindungan hukum terhadap notaris diberikan dalam bentuk dasar hukum yang menjamin kepastian hukum mengenai kewajiban notaris sebagai profesi pelapor. Untuk menghindari pelanggaran, disarankan bagi notaris untuk selalu mengikuti semua ketentuan yang diatur dalam Sumpah Jabatan Notaris, Peraturan Jabatan Notaris, Kode Etik Notaris dan peraturan perundang-undangan lainnya. Selain itu, perlu adanya pengaturan lebih lanjut mengenai batas-batas kewajiban notaris dalam melaporkan transaksi keuangan kliennya melalui aplikasi goAML.
| Item Type: | Thesis (Thesis(S2)) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > S2-Magister Kenotariatan 2026 |
| Depositing User: | Mr soeryana soeryana |
| Date Deposited: | 15 Aug 2026 08:17 |
| Last Modified: | 15 Aug 2026 08:17 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84539 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
