Rachmawati, Alisha (2026) MANAJEMEN KONFLIK ASEAN TERHADAP CHINA MELALUI ASEAN REGIONAL FORUM DI LAUT CHINA SELATAN. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (86kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (168kB) | Preview |
|
|
Text
HALAMAN PERNYATAAN.pdf Download (115kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (162kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (249kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (211kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (148kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (310kB) | Preview |
Abstract
Ketegangan di Laut China Selatan mengalami eskalasi signifikan pada periode 2021-2024, ditandai dengan meningkatnya klaim maritim China yang agresif serta insiden yang melibatkan Filipina, Vietnam, dan Malaysia. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ASEAN Regional Forum (ARF) dalam manajemen konflik ASEAN terhadap China di Laut China Selatan pada periode tersebut. ASEAN sebagai organisasi kawasan yang menganut prinsip non-intervensi, tidak memiliki kapasitas untuk bertindak sebagai aktor tunggal yang berdiplomasi sebagaimana organisasi supranasional seperti Uni Eropa, sehingga ARF menjadi instrumen konkret yang memfasilitasi dialog antara negara-negara anggota ASEAN dengan China. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, melalui analisis dokumen resmi ASEAN seperti Chairman’s Statement KTT ASEAN, ASEAN Regional Forum (ARF), dan ASEAN Defence Minister’s Meeting (ADMM) periode 2021-2024, dengan teori rezim internasional Keohane (1989), konsep diplomasi maritim Le Mière (2014), dan teori manajemen konflik Bercovitch dan Regan serta Schneider sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui ARF, bentuk interaksi ASEAN dan China didominasi oleh interaksi kooperatif dan persuasif, sementara interaksi koersif tidak terwujud dalam kerangka kolektif ARF akibat prinsip konsensus dan non-intervensi, sehingga mendorong negara tertentu, seperti Filipina untuk mengadopsi strategi hedging melalui penguatan kerja sama pertahanan dengan mitra eksternal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ARF efektif secara procedural dalam mempertahankan dialog dan mencegah eskalasi konflik terbuka namun secara substantif belum efektif mengubah perilaku pihak yang bersengketa. Kata kunci: ASEAN Regional Forum, rezim internasional, diplomasi maritim, manajemen konflik, Laut China Selatan
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 08:21 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 08:21 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84462 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
