‘AMILIN, AJRUL (2026) IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR KELUARGA PENERIMA MANFAAT (KPM) DI KELURAHAN MENGKURAI KABUPATEN SINTANG. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
Cover.pdf Download (83kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Isi .pdf Download (139kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar Pengesahan.pdf Download (152kB) | Preview |
|
|
Text
Kata Pengantar.pdf Download (142kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (155kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1 .pdf Download (152kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak 3 Bahasa .pdf Download (162kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (453kB) | Preview |
Abstract
Kemiskinan masih menjadi permasalahan sosial yang serius di Indonesia, termasuk di Kelurahan Mengkurai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai program bantuan sosial bersyarat hadir untuk membantu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam memenuhi kebutuhan dasar di bidang pangan, pendidikan, dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) implementasi PKH dalam pemenuhan kebutuhan dasar KPM; (2) faktor pendukung dan penghambat implementasi; (3) upaya mengatasi hambatan; serta (4) implikasi praktis dan teoritis pekerjaan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri atas lima KPM, satu pendamping PKH, satu aparatur kelurahan, dan satu aparatur Dinas Sosial Kabupaten Sintang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKH di Kelurahan Mengkurai telah berjalan sesuai mekanisme program, mencakup pendataan berbasis DTSEN, pencairan triwulanan, dan pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). PKH berkontribusi terhadap pemenuhan pangan secara komplementer bersama BPNT, pemenuhan perlengkapan pendidikan anak, dan akses kesehatan melalui BPJS PBI. Faktor pendukung meliputi antusiasme KPM, koordinasi kelembagaan yang efektif, dan aksesibilitas informasi digital. Hambatan yang ditemukan mencakup exclusion error data pada kelompok lansia, ketidakcukupan nominal bantuan akibat inflasi, hambatan geografis, dan kecemburuan sosial. Upaya mengatasinya dilakukan melalui pemutakhiran data, home visit, dan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) sebagai jalur graduasi mandiri. Secara implikasi, pendamping PKH menjalankan peran sebagai broker, educator, enabler, dan advocate. Dampak PKH yang paling signifikan adalah perubahan perilaku dan penguatan keberfungsian sosial KPM dalam jangka panjang. Kata Kunci: Implementasi, Bantuan Sosial, Program Keluarga Harapan, Pemenuhan Kebutuhan Dasar, Keluarga Penerima Manfaat
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Kesejahteraan Sosial 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 06:22 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 06:22 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84448 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
