PESAN LANGIT DI TANAH RANCAKALONG Studi Fenomenologi Alfred Schutz Pada Ritual Seni Tarawangsa Di Rancakalong Kabupaten Sumedang

Al Adzani, Muhammad Galih (2026) PESAN LANGIT DI TANAH RANCAKALONG Studi Fenomenologi Alfred Schutz Pada Ritual Seni Tarawangsa Di Rancakalong Kabupaten Sumedang. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI DAFTAR ISI GALIH.pdf

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI KATA PENGANTAR GALIH.pdf

Download (173kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI DAFTAR PUSTAKA GALIH.pdf

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI LEMBAR PENGESAHAN GALIH.pdf

Download (216kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI ABSTRAK GALIH.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI BAB 1 GALIH.pdf

Download (189kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI BAB 2 GALIH.pdf

Download (312kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI COVER GALIH.pdf

Download (163kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ritual seni Tarawangsa di Rancakalong, Kabupaten Sumedang, dimaknai oleh masyarakat pendukungnya sebagai sebuah komunikasi spiritual yang disebut sebagai “Pesan Langit”. Di tengah arus modernitas, ritual ini tidak hanya dipandang sebagai warisan seni tradisional, melainkan sebagai ruang tindakan sosial yang sakral untuk melakukan dialog batin dan rekonsiliasi diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dari Alfred Schutz untuk membedah motif, tindakan, dan pemaknaan informan terhadap realitas ritual tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan Saehu, Nayaga, dan masyarakat pendukung, serta dokumentasi ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dalam ritual Tarawangsa didorong oleh because- motive berupa kebutuhan akan kejujuran eksistensial dan kesadaran akan “Pesan Langit” sebuah panggilan batin untuk menyelaraskan diri dengan Tuhan dan alam. Sementara itu, in-orderto-motive yang muncul adalah upaya mencapai katarsis spiritual dan mempraktikkan falsafah Sae Hubungan. Tindakan ritual yang dilakukan secara kolektif merupakan bentuk komunikasi transendental yang mampu meruntuhkan topeng sosial, mengubah beban emosional menjadi ketenangan yang terstruktur, serta memperkuat solidaritas komunal. Secara teoretis, penelitian ini menemukan bahwa ritual Tarawangsa berfungsi sebagai “instrumen pemberdayaan mental yang adaptif”, di mana tradisi luhur tetap relevan sebagai ruang aman bagi individu untuk melakukan re-identifikasi diri di era modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ritual Tarawangsa di Rancakalong adalah bentuk komunikasi bermakna yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kesehatan mental, ketahanan karakter, serta pelestarian nilai-nilai spiritualitas masyarakat Sunda. Kata Kunci: Ritual Tarawangsa, Pesan Langit, Fenomenologi Alfred Schutz, Rancakalong, Tindakan Sosial, Konstruksi Makna.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 07 Aug 2026 03:36
Last Modified: 07 Aug 2026 03:36
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84436

Actions (login required)

View Item View Item