Bestara, Bevan Alreysha (2026) DAMPAK QUARTER-LIFE CRISIS TERHADAP HAMBATAN KEBERFUNGSIAN SOSIAL: STUDI KASUS PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI KAMPUS X. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (203kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak Indo.pdf Download (7kB) | Preview |
|
|
Text
Lembar Pengesahan.pdf Download (11kB) | Preview |
|
|
Text
Kata Pengantar.pdf Download (95kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (134kB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak Eng.pdf Download (95kB) | Preview |
|
|
Text
Cover .pdf Download (33kB) | Preview |
|
|
Text
Bab I.pdf Download (185kB) | Preview |
|
|
Text
Bab II.pdf Download (302kB) | Preview |
Abstract
Quarter-Life Crisis merupakan fenomena psikososial yang banyak dialami oleh individu pada masa dewasa awal, termasuk mahasiswa tingkat akhir. Kondisi ini ditandai dengan munculnya kecemasan, kebingungan, dan ketidakpastian terkait masa depan, karier, hubungan interpersonal, serta berbagai tuntutan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Pengalaman Quarter-Life Crisis berpotensi memengaruhi keberfungsian sosial mahasiswa dalam menjalankan peran akademik, mempertahankan hubungan sosial, dan menghadapi berbagai permasalahan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman Quarter-Life Crisis yang dialami mahasiswa tingkat akhir serta menganalisis dampaknya terhadap keberfungsian sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri atas mahasiswa tingkat akhir yang mengalami Quarter-Life Crisis dan dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quarter-Life Crisis pada mahasiswa tingkat akhir dipengaruhi oleh ketidakpastian masa depan, kekhawatiran terhadap karier, tekanan akademik, kondisi ekonomi, dan ekspektasi sosial. Dampak yang muncul terlihat pada menurunnya konsentrasi dan motivasi akademik, perubahan pola interaksi sosial, serta munculnya keraguan dalam pengambilan keputusan. Namun demikian, Quarter-Life Crisis tidak menyebabkan hilangnya keberfungsian sosial secara keseluruhan karena mahasiswa tetap mampu menjalankan peran sosialnya dengan dukungan keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sosial yang suportif. Selain menimbulkan tekanan psikologis, Quarter-Life Crisis juga mendorong mahasiswa untuk melakukan refleksi diri dan mempersiapkan masa depan secara lebih matang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Quarter-Life Crisis memengaruhi keberfungsian sosial mahasiswa tingkat akhir, namun dampak tersebut dapat diminimalkan melalui dukungan sosial dan kemampuan adaptasi yang baik. Kata Kunci: Quarter-Life Crisis, Keberfungsian Sosial, Mahasiswa Tingkat Akhir, Dukungan Sosial, Studi Kasus.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Kesejahteraan Sosial 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 03:30 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 03:30 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84435 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
