APRILIANA, AMILA (2026) PERAN UNITED NATIONS OFFICE ON DRUGS AND CRIME (UNODC) DALAM MENANGANI BRIDE TRAFFICKING DI INDIA. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (161kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (205kB) | Preview |
|
|
Text
Halaman Pengesahan.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (189kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (206kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (155kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (290kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 2..pdf Download (367kB) | Preview |
Abstract
Bride trafficking merupakan salah satu bentuk perdagangan manusia yang menjadikan perempuan sebagai komoditas untuk tujuan perkawinan paksa. Di India, fenomena ini berkembang akibat ketimpangan rasio jenis kelamin, kemiskinan struktural, serta praktik dowry yang menciptakan permintaan tinggi terhadap calon pengantin perempuan dari wilayah miskin. Data National Crime Records Bureau (NCRB) menunjukkan fluktuasi jumlah kasus human trafficking di India sepanjang periode 2021-2024, sementara pandemi COVID-19 turut memperburuk kerentanan korban dengan mendorong pelaku memanfaatkan teknologi digital dalam merekrut dan mengeksploitasi korban. Kompleksitas serta karakteristik lintas wilayah dari bride trafficking menjadikan penanganannya tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah India, sehingga keterlibatan organisasi internasional seperti United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menjadi penting, terutama melalui mandat yang diberikan oleh UNTOC dan Palermo Protocol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi bride trafficking di India pada periode 2021-2024 serta menganalisis peran UNODC dalam menanganinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif-analitis dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumen (document research), serta dianalisis menggunakan teori peran organisasi internasional dari Clive Archer yang membagi peran tersebut menjadi instrumen, arena, dan aktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNODC menjalankan ketiga peran tersebut secara simultan. Sebagai instrumen, UNODC mendukung penguatan kapasitas nasional India melalui toolkit HAM dan gender, asistensi RUU Trafficking, serta ekspansi Anti-Human Trafficking Unit. Sebagai arena, UNODC memfasilitasi forum koordinasi regional seperti Regional Programme for South Asia dan GLO.ACT South Asia. Sebagai aktor, UNODC memproduksi pengetahuan global melalui laporan GLOTIP serta pelatihan investigasi kejahatan siber. Ketiga peran tersebut saling melengkapi dalam memperkuat pencegahan, perlindungan korban, dan penegakan hukum terhadap bride trafficking di India. Efektivitas peran UNODC masih bergantung pada komitmen berkelanjutan pemerintah India dan UNODC dalam menangani bride trafficking karena terpengaruh faktor sosial, budaya dan ekonomi. Kata Kunci: UNODC, Bride Trafficking, Organisasi Internasional, India, Peran.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 02:00 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 02:00 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84423 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
