Fatharani, Natasya Azka (2026) Tata Kelola Regional dan Keberlanjutan Tuna Mata Besar di Western and Central Pacific Fisheries Commissions (WCPFC). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
kata pengantar.pdf Download (102kB) | Preview |
|
|
Text
6. abstract.pdf Download (179kB) | Preview |
|
|
Image
1000256247.jpg Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
15. daftar pustaka.pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Text
8. daftar isi.pdf Download (141kB) | Preview |
|
|
Text
11. bab I.pdf Download (424kB) | Preview |
|
|
Text
1. Cover (1).pdf Download (164kB) | Preview |
|
|
Text
12. bab ii.pdf Download (321kB) | Preview |
Abstract
Secara konseptual, Ilmu Hubungan Internasional (HI) tidak banyak memberikan perhatian terhadap isu lingkungan hidup. Namun, perkembangan global menunjukan bahwa lingkungan tidak pernah netral dan seringkali memiliki muatan politis tertentu Pengetahuan mengenai keberlanjutan dan batasan eksploitasi menjadi dasar penyusunan kebijakan, sehingga pengelolaan lingkungan perlu dipahami sebagai hasil interaksi antara sains dan politik. Dinamika tersebut terlihat dalam tata kelola perikanan tuna di Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC), khususnya dalam perumusan kebijakan konservasi tuna mata besar. Penelitian ini kemudian memiliki tujuan untuk melihat bagaimana mekanisme tata kelola dan pengambilan keputusan dalam WCPFC mendukung konservasi dan pengelolaan tuna, yang kemudian akan digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana karakter tata kelola yang mendukung konservasi tuna, serta menjelaskan mengapa implementasi kebijakan konservasi tuna mata besar di WCPFC berlangsung dalam waktu yang lama meskipun didukung oleh mekanisme tata kelola yang terintegrasi. Hal ini analisis melalui metode penelitian kualitatif dalam upaya untuk memahami proses sosial, historis, dan politik yang kompleks. Metode kualitatif kemudian didukung oleh dua konsep dalam penelitian ini, yaitu Institutional Resource Regime (IRR) dan co-production. Analisis IRR menggunakan pendekatan extent dan coherence dalam mengukur suatu rezim. Extent berarti, seberapa luas cakupan dalam rezim. Disisi lain, coherence berarti seberapa konsisten aturan dalam rezim untuk mendukung objektifnya. Co-production kemudian digunakan untuk membantu menganalisis bagaimana proses pembentukan kebijakan itu sendiri berlangsung. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan, WCPFC menunjukan karakteristik sebagai rezim internasional yang memiliki tingkat extent dan coherence yang tinggi Namun demikian, analisis ini menunjukan bahwa kelembagaan dengan tingkat extent dan coherence yang tinggi tidak secara otomatis menghasilkan implementasi kebijakan yang cepat. Hal ini menunjukan bahwa keterlambatan implementasi tidak semata-mata disebabkan oleh kelemahan aturan atau kurangnya instrumen pengelolaan, tetapi juga oleh dinamika interaksi antara aktor ilmiah dan juga aktor politik dalam proses pengambilan keputusan itu sendiri. Melalui pendekatan co-production, ini menunjukan bahwa sains tidak diterjemahkan secara otomatis menjadi kebijakan, melainkan harus melalui sebuah proses dialog, negosiasi, dan juga penyesuaian kepentingan negara anggota. Dengan demikian, implementasi kebijakan konservasi tuna mata besar yang berlangsung lambat merupakan konsekuensi pengambilan keputusan yang dilakukan dalam rezim dan juga beragam kepentingan anggota. Temuan ini menunjukan bahwa efektivitas rezim internasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan institusi, tetapi oleh aktor-aktornya untuk membangun kesepahaman antara bukti ilmiah dan kompromi politik dalam proses perumusan kebijakan. Kata Kunci: Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC), Tuna Mata Besar,Tata Kelola Perikanan, Co-production, Pengambilan Keputusan
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 07:00 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 07:00 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84387 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
