KAJIAN PENENTUAN UPAH MINIMUM SEKTORAL PROVINSI INDUSTRI PADAT MODAL DI PT. SANBE FARMA

Pramudya Putra, Raka (2026) KAJIAN PENENTUAN UPAH MINIMUM SEKTORAL PROVINSI INDUSTRI PADAT MODAL DI PT. SANBE FARMA. Skripsi(S1) thesis, Universitas Pasundan.

[img]
Preview
Text
TA_RAKA PRAMUDYA PUTRA_223010081.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penetapan upah yang adil dan objektif merupakan salah satu aspek penting dalam pengelolaan sumber daya manusia, khususnya pada perusahaan manufaktur yang memiliki karakteristik pekerjaan dengan tingkat tuntutan yang berbeda-beda. Sistem pengupahan yang hanya mengacu pada Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) belum tentu mencerminkan nilai relatif suatu jabatan berdasarkan tingkat keterampilan, tanggung jawab, usaha, dan kondisi kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai jabatan Operator Produksi menggunakan metode Point Factor dengan pendekatan Bureau of Labor Statistics (BLS) sebagai dasar penyusunan usulan struktur upah yang lebih objektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian pada jabatan Operator Produksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner kepada 30 responden. Evaluasi jabatan dilakukan berdasarkan empat faktor utama, yaitu skill, responsibility, effort, dan working conditions. Nilai yang diperoleh kemudian dihitung menggunakan metode Point Factor untuk menghasilkan total poin jabatan yang selanjutnya dikonversikan ke dalam struktur dan skala upah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jabatan Operator Produksi memperoleh total nilai sebesar 83,75 poin. Berdasarkan hasil konversi struktur upah, diperoleh usulan upah minimum sebesar Rp3.936.250, upah tengah (midpoint) sebesar Rp4.526.688, dan upah maksimum sebesar Rp5.205.691. Apabila dibandingkan dengan UMSK Tahun 2025 sebesar Rp3.881.832, maka usulan upah minimum hasil evaluasi jabatan lebih tinggi sebesar Rp54.418 atau sekitar 1,40%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai jabatan Operator Produksi berdasarkan evaluasi pekerjaan berada di atas standar minimum yang berlaku sehingga sistem pengupahan yang disusun menggunakan metode Point Factor mampu memberikan dasar penetapan upah yang lebih objektif, proporsional, dan mencerminkan nilai relatif pekerjaan. Kata Kunci: Evaluasi Jabatan, Point Factor, Bureau of Labor Statistics (BLS), Struktur dan Skala Upah, Operator Produksi.

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri 2026
Depositing User: Irwan Kustiawan Kosasih
Date Deposited: 05 Aug 2026 02:20
Last Modified: 05 Aug 2026 02:20
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84370

Actions (login required)

View Item View Item