Mahesa, Shandiva (2026) ESKALASI KONFLIK KASHMIR ANTARA PAKISTAN DAN INDIA PASCA GALWAN 2020. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (174kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (105kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (197kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (165kB) | Preview |
|
|
Text
REFERENSI.pdf Download (239kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (82kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (269kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (729kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini menganalisis eskalasi konflik di Lembah Kashmir antara India dan Pakistan pasca-bentrokan militer India-China di Lembah Galwan pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendorong eskalasi konflik Kashmir pasca- Galwan 2020, menganalisis kebijakan keamanan masing-masing negara, serta membedah interaksi kebijakan keamanan India dan Pakistan dalam memengaruhi eskalasi konflik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tipe deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan dokumentasi menggunakan sumber data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yangmengintegrasikan data empiris dengan kerangka teoritis kepentingan nasional (national interest), eskalasi konflik (conflict escalation), konflik internasional, dan kebijakan keamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eskalasi di Kashmir pasca-Galwan 2020 didorong oleh guncangan sistemik (systemic shock) eksternal akibat bentrokan Galwan, yang meredefinisi persepsi ancaman regional dan menimbulkan efek rembetan (spillover effect) ke koridor Kashmir. India merumuskan kebijakan keamanan defensif-aktif untuk menghadapi dilema dua front (two-front challenge) dengan melakukan reorientasi pasukan pemukul (strike corps) ke wilayah Ladakh dan memperketat kendali militer internal di Kashmir. Sebaliknya, Pakistan merespons melalui kebijakan pengimbangan kekuatan taktis (tactical balancing) untuk menjaga keseimbangan kekuatan konvensional di sepanjang Line of Control (LoC). Interaksi asimetris ini menjebak kedua negara dalam spiral dilema keamanan (security dilemma) yang akut, yang termanifestasi dalam lonjakan pelanggaran gencatan senjata (Ceasefire Violations) serta adopsi teknologi militer baru berupa perang nirawak (drone warfare) di perbatasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eskalasi konflik Kashmir pasca-Galwan 2020 didominasi oleh perubahan konfigurasi ancaman eksternal di tingkat negara (state-centric) daripada dinamika internal di dalam Lembah Kashmir. Kata Kunci: Konflik Kashmir, Eskalasi Konflik, Lembah Galwan, Kebijakan Keamanan, Dilema Keamanan, Drone Warfare.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 08:21 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 08:21 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84312 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
