Mutaqin, Zidni Ilman Abdulah (2026) Implementasi Mekanisme Pertukaran Informasi (Information Sharing) dalam Skema ASEAN Cybersecurity Cooperation Strategy (ACCS) untuk Menanggulangi Kejahatan Siber di Indonesia. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
Cover.pdf Download (134kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Isi.pdf Download (114kB) | Preview |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (126kB) | Preview |
|
|
Text
Kata Pengantar.pdf Download (72kB) | Preview |
|
|
Text
Bukti ACC Sidang Pembimbing.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
Bab 1.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (131kB) | Preview |
|
|
Text
Bab 2.pdf Download (253kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini menganalisis implementasi mekanisme pertukaran informasi (information sharing) dalam skema ASEAN Cybersecurity Cooperation Strategy (ACCS) sebagai instrumen penanggulangan kejahatan siber di Indonesia pada periode 2021 hingga 2025. Kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang pesat dengan tingkat kematangan kapasitas keamanan siber operasionalnya, yang tercermin dari rangkaian insiden ransomware dan kebocoran data besar pada sektor strategis, menjadi titik pijak penelitian ini. Dengan menggunakan konsep rezim internasional (Krasner, 1982) dan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa ACCS memenuhi keempat unsur rezim kawasan secara utuh, namun bersifat fasilitatif dan tidak mengikat (non-binding). Data BSSN menunjukkan eskalasi ancaman siber yang tajam dan tidak linear, dari 330,5 juta anomali trafik pada 2024 menjadi 3,64 miliar pada paruh pertama 2025, disertai paradoks status Tier 1 Global Cybersecurity Index yang tidak berbanding lurus dengan realitas insiden. Pada tataran implementasi, Indonesia terbukti aktif dan progresif memanfaatkan mekanisme pertukaran informasi ACCS Dimension 1 melalui tiga wujud yang saling melengkapi, yaitu penguatan kelembagaan (perluasan jejaring CSIRT hingga 313 tim, melampaui target RPJMN), partisipasi prosedural berkelanjutan dalam ASEAN CERT Incident Drill, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui AJCCBC, ASCCE, dan program domestik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontribusi ACCS bagi Indonesia paling tepat dimaknai sebagai penguatan ketahanan institusional dan prosedural, bukan sebagai instrumen yang menghilangkan sumber ancaman siber transnasional itu sendiri, sehingga keikutsertaan Indonesia dalam rezim ini lebih tepat dipahami sebagai kalkulasi kepentingan rasional ketimbang internalisasi norma secara sosiologis. Kata Kunci: ASEAN Cybersecurity Cooperation Strategy, pertukaran informasi, rezim kawasan, kejahatan siber, keamanan siber, Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 02:16 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 02:16 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84214 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
