Kartasasmita, R. Fikri Naufal (2026) MAKNA TATO SEBAGAI IDENTITAS DIRI: STUDI INTERAKSI SIMBOLIK INDIVIDU BERTATO IMAGINE TATTO PARLOR STUDIO DI KOTA BANDUNG THE MEANING OF TATTOO AS SELF-IDENTITY: A STUDY OF SYMBOLIC INTERACTION OF TATTOOED INDIVIDUALS IMAGINE TATTO PARLOR STUDIO AT BANDUNG CITY. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf Download (4MB) | Preview |
|
|
Text
DAPUS FIKRI.pdf Download (116kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTAK FIKRI.pdf Download (132kB) | Preview |
|
|
Text
KATA PENGANTAR FIKRI.pdf Download (151kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR FIKRI.pdf Download (203kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 1 FIKRI.pdf Download (188kB) | Preview |
|
|
Text
COVER FIKRI.pdf Download (94kB) | Preview |
|
|
Text
BAB 2 FIKRI.pdf Download (301kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Makna Tato Sebagai Identitas Diri Studi Interaksi Simbolik Individu Bertato Imagine Tatto Parlor Studio di Kota bandung”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuio dan memahami bagaimana individu bertato memaknai tato sebagai identitas diri dalam kehidupan sosialnya. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik dari George Herbert Mead (1934) dengan tiga konsep utama yaitu mind, self, dan society. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap individu bertato imagine tatto parlor studio di Kota Banudng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tato memiliki makna yang berbeda-beda bagi setiap individu bertato. Dalam konsep mind, tato dimaknai sebagai simbol pengalaman hidup yang pernah dialami. Dalam konsep self, tato diapahami sebagai bagian dari identitas diri yang digunakan individu untuk menunjukkan karakter, pengalaman hidup, serta cara individu ingin dikenali oleh lingkungan sosialnya. Sedangkan dalam konsep society, tato memunculkan berbagai respon sosial berupa penerimaan, dukungan, maupun stigma negatif dari masyarakat terhadap individu bertato. Meskipun masih terdapat pandangan negatif terhadap tato, para informan tetap memandang tato sebagai bagian penting dari dirinya. Dengan demikian, tato tidak hanya dipahami sebagai seni tubuh, tetapi juga sebagai simbol identitas diri dan media komunikasi simbolik dalam kehidupan sosial. Kata Kunci: Tato, Identitas Diri, Interaksi Simbolik, George Herbert Mead, Individu Bertato.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 02:17 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 02:17 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/84116 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
