Jawja, Jilan Isnain (2026) PERGESERAN MAKNA SUNGAI OLEH PERKUMPULAN MASYARAKAT SUNGAI (PMS) LINTARMANIA SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN DAN RUANG KONSERVASI. Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.
|
Text
KATA PENGANTAR.pdf Download (207kB) | Preview |
|
|
Text
COVER.pdf Download (312kB) | Preview |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (198kB) | Preview |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (194kB) | Preview |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (292kB) | Preview |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (277kB) | Preview |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (387kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pergeseran makna sungai dari "Halaman Belakang" menjadi "Halaman Depan" yang dilakukan oleh Paguyuban Masyarakat Seni (PMS) Lintarmania di Desa Wisata Cibuluh, Kabupaten Subang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode Fenomenologi Alfred Schutz, yang berfokus pada motif tindakan kesadaran para aktor (because-motive dan in-order-to motive) serta proses intersubjektivitas dalam mentransmisikan nilai-nilai kearifan lokal. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam bersama informan kunci (pengurus, anggota Lintarmania, dan tokoh masyarakat), serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran makna ini didorong oleh dua motif utama: 1) Because-motive (motif masa lalu), yaitu keprihatinan atas rusaknya ekosistem sungai akibat pembuangan limbah domestik dan memudarnya tradisi lokal; serta 2) In-order-to motive (motif masa depan), yaitu keinginan mewujudkan sungai yang bersih demi keberlanjutan irigasi pertanian, pelestarian lingkungan, dan pengembangan potensi Desa Wisata Mandiri. Melalui ruang intersubjektif di dalam paguyuban—seperti penyelenggaraan Festival 7 Sungai dan ruang dialog budaya— terjadi pertukaran pengalaman (stock of knowledge) yang berhasil merekonstruksi kesadaran kolektif. Sungai yang semula dimaknai sekadar sebagai tempat pembuangan (halaman belakang) kini telah bertransformasi menjadi beranda depan kehidupan yang sakral, bernilai ekologis, estetis, dan menjadi simbol identitas budaya masyarakat Desa Cibuluh. Kata Kunci: Fenomenologi, Pergeseran Makna, PMS Lintarmania, Konservasi Sungai.
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026 |
| Depositing User: | S.Si Mochamad Yogi |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 02:13 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 02:13 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83813 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
