SMARTPHONE SEBAGAI RUANG EKSISTENSI PADA MAHASISWA KOTA BANDUNG (Studi Fenomenologi tentang Nomophobia di Kalangan Mahasiswa)

Shafira, Amanda Syahna (2026) SMARTPHONE SEBAGAI RUANG EKSISTENSI PADA MAHASISWA KOTA BANDUNG (Studi Fenomenologi tentang Nomophobia di Kalangan Mahasiswa). Skripsi(S1) thesis, FISIP UNPAS.

[img]
Preview
Text
4. BAB I.pdf

Download (147kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (191kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. ABSTRAK 3 BAHASA.pdf

Download (124kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. BAB II.pdf

Download (300kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. KATA PENGANTAR.pdf

Download (78kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12. DAFTAR ISI, TABEL, GAMBAR, LAMPIRAN.pdf

Download (122kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berjudul “Smartphone sebagai Ruang Eksistensi pada Mahasiswa Kota Bandung (Studi Fenomenologi tentang Nomophobia di Kalangan Mahasiswa)” dan bertujuan memahami bagaimana mahasiswa memaknai smartphone sebagai ruang untuk mengekspresikan diri, membangun identitas, dan mempertahankan keberadaan di lingkungan sosial digital, serta bagaimana keterikatan tersebut memunculkan pengalaman nomophobia ketika akses smartphone terganggu. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz, khususnya konsep lifeworld, because motive, in order to motive, dan intersubjektivitas. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam terhadap 9 mahasiswa Kota Bandung dan 1 informan ahli psikolog, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa because motive mahasiswa terbentuk dari tuntutan akademik, pekerjaan, dan kebiasaan lingkungan digital, sedangkan in order to motive diarahkan pada keinginan membangun personal branding, memperoleh pengakuan sosial, dan menjaga keterhubungan dengan lingkungan sosial. Ketika akses smartphone terganggu, mahasiswa menunjukkan berbagai upaya untuk mempertahankan konektivitas digital yang disertai respons emosional berupa kegelisahan, kepanikan, dan ketakutan tertinggal informasi. Pada tataran makna, smartphone dimaknai bukan sekadar alat komunikasi, melainkan ruang eksistensi yang menjadi bagian dari kehidupan sosial mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa smartphone telah menjadi bagian dari lifeworld mahasiswa Kota Bandung, sehingga pengalaman nomophobia tidak hanya berkaitan dengan kehilangan perangkat, tetapi juga dengan terganggunya ruang eksistensi dan hubungan sosial digital yang mereka bangun melalui smartphone. Kata Kunci: Smartphone, Ruang Eksistensi, Nomophobia, Mahasiswa, Fenomenologi

Item Type: Thesis (Skripsi(S1))
Subjects: S1-Skripsi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi 2026
Depositing User: S.Si Mochamad Yogi
Date Deposited: 01 Jul 2026 08:22
Last Modified: 01 Jul 2026 08:22
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83702

Actions (login required)

View Item View Item