Audrey Larasati, Audrey Larasati (2026) STUDI PERBANDINGAN REHABILITASI BAGI ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA BERAT DI INDONESIA DENGAN NEGARA INGGRIS. Skripsi(S1) thesis, FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PASUNDAN.
|
Text
A. COVER.pdf Download (115kB) | Preview |
|
|
Text
I. BAB I.pdf Download (282kB) | Preview |
|
|
Text
J. BAB II.pdf Download (302kB) | Preview |
|
|
Text
K. BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (358kB) |
||
|
Text
L. BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (299kB) |
||
|
Text
M. BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (193kB) |
||
|
Text
N. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (196kB) | Preview |
Abstract
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak mengatur mengenai penanganan anak berkonflik dengan hukum melalui pendekatan rehabilitatif dan reintegrasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan rehabilitasi terhadap anak di Indonesia, mengkaji praktik yang berlaku di Negara Inggris, serta mengidentifikasi model implementasi penanganan anak berkonflik dengan hukum yang dapat diadopsi Indonesia guna meningkatkan efektivitas sistem di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan yuridis normatif dengan mengkaji teori dan peraturan perundang-undangan melalui studi kepustakaan dan pedoman wawancara. Pengumpulan data diperoleh dari sumber primer, sekunder, dan tersier. Seperti peraturan perundang-udangan, jurnal, buku, serta wawancara dengan narasumber. Kemudian dianalisis dengan metode yuridis kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sistem peradilan pidana anak di Indonesia dan Inggris sama-sama telah sesuai dengan prinsip-prinsip konvensi hak anak dan sesuai dengan pedoman internasional yaitu Beijing Rules. Di Indonesia, peran Balai Pemasyarakatan, LPKA, dan LPKS menunjukkan adanya pendekatan rehabilitatif dan reintegrasi sosial, dalam pelaksanaannya ketiga lembaga tersebut saling bekerja sama. Sementara itu, di Inggris, mekanisme Youth Rehabilitation Order dan Youth Offending Teams memperlihatkan pola kerja terpadu dan multidisipliner yang lebih terstruktur sejak tahap awal proses peradilan hingga reintegrasi sosial. Dengan demikian, model yang relevan untuk dikembangkan di Indonesia bukanlah perubahan sistem secara mendasar, melainkan penguatan mekanisme koordinasi dan pola kerja terpadu antar lembaga guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing lembaga dalam sistem peradilan pidana anak. Kata Kunci: Rehabilitasi, Anak Berkonflik dengan Hukum, Sistem Peradilan Pidana Anak, Perbandingan Hukum
| Item Type: | Thesis (Skripsi(S1)) |
|---|---|
| Subjects: | S1-Skripsi |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum 2026 |
| Depositing User: | Nandang Haeruman |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 06:39 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 06:39 |
| URI: | https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83632 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
