PERKEMBANGAN ASAS REBUS SIC STANTIBUS PADA PERJANJIAN BUILD OPERATE AND TRANSFER DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERJANJIAN DI INDONESIA

Dwi Putranto, Ilham (2026) PERKEMBANGAN ASAS REBUS SIC STANTIBUS PADA PERJANJIAN BUILD OPERATE AND TRANSFER DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERJANJIAN DI INDONESIA. Thesis(S2) thesis, UNIVERSITAS PASUNDAN.

[img]
Preview
Text
ILHAM DWI PUTRANTO(2).pdf

Download (290kB) | Preview

Abstract

Perjanjian BUILD OPERATE AND TRANSFER (BOT) merupakan salah satu bentuk kerja sama investasi jangka panjang yang berkembang pesat dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Karakteristik BOT yang melibatkan jangka waktu konsesi panjang, nilai investasi yang besar, serta tingginya tingkat ketidakpastian terhadap perubahan kondisi ekonomi, sosial, dan regulasi menimbulkan kebutuhan akan mekanisme hukum yang mampu menjaga keseimbangan hak dan kewajiban para pihak. Dalam konteks tersebut, asas rebus sic stantibus hadir sebagai instrumen korektif terhadap penerapan asas pacta sunt servanda yang bersifat absolut, khususnya ketika terjadi perubahan keadaan yang mendasar dan memengaruhi keseimbangan kontraktual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan dan eksistensi asas rebus sic stantibus dalam perjanjian BOT serta implikasinya terhadap mekanisme penyelesaian sengketa di Indonesia, sekaligus menganalisis penerapan asas tersebut dalam perspektif hukum perjanjian Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan dukungan data empiris melalui wawancara dan studi dokumen. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, pendekatan perbandingan, dan pendekatan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, analisis dokumen, serta wawancara dengan narasumber yang memiliki kewenangan dan kompetensi dalam pelaksanaan proyek BOT berbasis Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asas rebus sic stantibus belum diatur secara eksplisit dalam sistem hukum Indonesia, namun substansinya telah tercermin dalam praktik pelaksanaan perjanjian BOT melalui mekanisme renegosiasi, penyesuaian masa konsesi, pembagian risiko, dan pemberian kompensasi dalam kerangka KPBU. Penelitian ini menemukan adanya kecenderungan penyamaan konsep hardship dengan force majeure dalam praktik BOT di Indonesia, sehingga diperlukan penguatan pengaturan mengenai perubahan keadaan yang mendasar dalam hukum kontrak nasional guna meningkatkan kepastian hukum dan perlindungan investasi. Kata Kunci: Rebus Sic Stantibus, BUILD OPERATE AND TRANSFER (BOT), hardship, KPBU, hukum perjanjian Indonesia.

Item Type: Thesis (Thesis(S2))
Divisions: Pascasarjana > S2-Magister Kenotariatan 2026
Depositing User: Mr soeryana soeryana
Date Deposited: 27 Jun 2026 05:36
Last Modified: 27 Jun 2026 05:36
URI: https://repository.unpas.ac.id/id/eprint/83614

Actions (login required)

View Item View Item